LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

Februari 23, 2009 at 5:11 am | In BAHAN AJR K.12 | Leave a Comment

Untuk memulai sebuah penelitian kita perlu mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang perlu diperhatikan ,hal ini penting supaya kita dapat meminimalisir hambatan atau kendala yang mungkin akan kita hadapi dalam menyusun laporan penelitian tersebut untuk lebih lengkapnya silahkan kalian klik URL berikut

METODE PENELITIAN dan PENULISAN ILMIAH

Januari 16, 2009 at 11:07 am | In BAHAN AJR K.12 | 1 Comment


FILSAFAT PENELITIAN SOSIAL

Januari 16, 2009 at 10:59 am | In BAHAN AJR K.12 | 2 Comments

Mobilitas Sosial

Februari 20, 2008 at 12:52 pm | In BAHAN AJR K.12 | 15 Comments

A. PENGANTAR

Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.Kata sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial jadi. Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

 

B. Bentuk Mobilitas Sosial

 

1.Mobilitas Vertikal

            Mobilitas vertical adalah pepindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda.

Mobilitas Vertikal naik memiliki dua bentuk ,yaitu sebagai berikut:

a)      Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya:seorang camat diangkat menjadi bupati.

b)      Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada.

Mobilitas Vertikal turun juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.

a)      Turunnya kedudukan seseorang kedudukan lebih rendah ,Misalnya, seseorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.

b)      Tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas,misalnya , seorang yang menjabat direktur bank,karena bank yang dipimpinya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

Beberapa prinsip umum dalam mobilitas sosial vertical adalah sebagai berikut.

a)      Tidak ada suatu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial yang vertical.

b)      Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial .

c)      Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertical sendiri.

d)      Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan pekerjaan yang berbeda-beda.

e)      Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah .

2 .Mobilitas Horizontal

Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan.

Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan .Contohnya,tindakan mengevakuasi penduduk yang tertimpa bencana alam ke daerah lain.

3 .Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas Antargenerasi adalah perpindahan antara dua generasi atau lebih, Mobilitas Antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua ,yaitu sebagai berikut.

a)      Mobilitas Intergenerasi

adalah perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi.

b)      Mobilitas Intragenerasi

Adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Continue reading Mobilitas Sosial…

ADA YANG KENAL GAK!!!!!!

November 22, 2007 at 3:57 pm | In BAHAN AJR K.12 | Leave a Comment

Penelitian Sosial Budaya

November 8, 2007 at 2:34 am | In BAHAN AJR K.12 | 17 Comments

A. Pengantar

Penelitian dapat disebut sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

B. Pengertian Penelitian

Ada beberapa pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian penelitian antara lain sebagai berikut.

  1. Menurut Soerjono Soekanto,penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi.
  2. Menurut John(1949),penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta sehingga menghasilkan dalil danhukum
  3. Usaha untuk menemukan,mengembangkan ,dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah (marzuki)
  4. Penelitian merupakan aktivitas dalam menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang.(Sanapiah Faisal)

2. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan

Tentu saja pendekatan ini ada kebaikan dan ada pula kelemahannya. Kebaikannya karena subjek yang diamati sama sehingga faktor-faktor intern individu tidak berpengaruh terhadap hasil.Kelamahannya yaitu waktu penelitian sangat lama dan dkhawatirkan dalam jangka waktu yang lama ini telah banyak perubahan kondisi karena perkembangan zaman.

3. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu

Dilihat dari bidang yang diteliti maka penelitian dibedakan menjadi dua,yaitu bidang alam dan sosial.

a) Penelitian Bidang Alam

Objek penelitian ilmu alam yang objek dunia yang rill materill.

b) Penelitian Bidang Ilmu Sosial

Objek penelitian ilmu sosial adalah manusia dan fenomena-fenomena/gejala-gejala sosial.

4. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya

Jika ditinajau tempatnya maka terdapat penelitian laboratorium.

5. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel

Menurut Sutrisno Hadi,Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi

6. Penelitian Dilihat dari Wujud Data

Dilihat dari wujud datanya ,penelitian dapat dibagi menjadi dua ,yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

7. Penelitian Ditinjau dari Cara Pembahasannya

Penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis,yaitu penelitian deskriptif,yaitu penelitian yang melukiskan ,memaparkan,menuliskan,dan melaporkan suatu objek.

Penelitian inferensial,yaitu tidak hanya melukiskan peristiwa saja,tapi juga menarik kesimpulan umum dari masalah yang di teliti.

Continue reading Penelitian Sosial Budaya…

PROSES PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA

September 25, 2007 at 10:05 am | In BAHAN AJR K.12 | 17 Comments

Oleh : Prof. Dr. Awan Mutakin, M.Pd

a. Pendahuluan

Dalam suatu proses modernisasi, suatu proses perubahan yang direncanakan, melibatkan semua kondisi atau nilai-nilai sosial dan kebudayaan secara integratif. Atas dasar ini, semua fihak, apakah tokoh ? Tokoh masyarakat, formal atau non-formal, anggota masyarakat lainnya, apakah dalam skala individual atau pun dalam skala kelompok, seyogianya memahami dan menyadari, bahwa, manakala salah satu aspek atau unsur sosial atau kebudayaan mengalami perubahan, maka unsur-unsur lainnya mesti menghadapi dan mengharmonisikan kondisinya dengan unsur-unsur lain yang telah berubah terlebih dulu.

 

Oleh karena itu mesti memahami dan menyadari bahwa sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan ada yang berkualifikasi norma (norm) dan nilai (value). Di mana norma skala keberlakuannya tergantung pada aspek waktu, ruang (tempat, dan kelompok sosial yang bersangkutan; sedangkan nilai (value) skala keberlakuannya lebih universal. Dalam tatanan masyarakat yang maju atau modern, maka nilai-nilai sosial dan kultural yang bersifat universal mendominasi dan mengisi semua mosaik kehidupan masyarakat yang bersangkutan.

 

b. Orientasi Perubahan

Yang dimaksudkan orientasi atau arah perubahan di sini meliputi beberapa orientasi, antara lain (1) perubahan dengan orientasi pada upaya meninggalkan faktor-faktor atau unsur-unsur kehidupan sosial yang mesti ditinggalkan atau diubah, (2) perubahan dengan orientasi pada suatu bentuk atau unsur yang memang bentuk atau unsur baru, (3) suatu perubahan yang berorientasi pada bentuk, unsur, atau nilai yang telah eksis atau ada pada masa lampau. Tidaklah jarang suatu masyarakat atau bangsa yang selain berupaya mengadakan proses modernisasi pada berbagai bidang kehidupan, apakah aspek ekonomis, birokrasi, pertahanan keamanan, dan bidang iptek; namun demikian, tidaklah luput perhatian masyarakat atau bangsa yang bersangkutan untuk berupaya menyelusuri, mengeksplorasi, dan menggali serta menemukan unsur-unsur atau nilai-nilai kepribadian atau jatidiri sebagai bangsa yang bermartabat.

Continue reading PROSES PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA…

MOBILITAS SOSIAL

Juli 19, 2007 at 7:10 am | In BAHAN AJR K.12 | 1 Comment

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

 

Pengertian

Definisi

Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. namun, ia gagal dan jatuh miskin. Proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial seperti inilah yang disebut mobilitas sosial (social mobility)

Menurut Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Sementara menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.

Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya, masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.

Continue reading MOBILITAS SOSIAL…

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.