<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SOSIOLOGI ONLINE SMAN 3 CIMAHI</title>
	<atom:link href="http://socius3.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://socius3.wordpress.com</link>
	<description>MOZILLA BROWSER &#38; BROADBAND RECOMENDATION FOR BEST VIEW</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Oct 2011 16:04:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='socius3.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SOSIOLOGI ONLINE SMAN 3 CIMAHI</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://socius3.wordpress.com/osd.xml" title="SOSIOLOGI ONLINE SMAN 3 CIMAHI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://socius3.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LATIHAN HARIAN</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/10/04/latihan-harian/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/10/04/latihan-harian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 16:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[TUGAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[I. PILIHAN GANDA 1. Perubahan sosial yang disebabkan oleh adanya pertambahan penduduk meliputi &#8230;.. a. pembagian kerja, kebutuhan sosial dan kepercayaan b. sistem hak milik, pembagian kerja dan struktur sosial c. kebutuhan sosial, kepercayaan dan hubungan sosial d. kebutuhan sosial, kepercayaan dan struktur sosial e. struktur masyarakat, hubungan sosial dan kepercayaan 2. Beberapa faktor berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=125&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I. PILIHAN GANDA<br />
1.   Perubahan sosial yang disebabkan oleh adanya pertambahan penduduk meliputi &#8230;..<br />
a.     pembagian kerja, kebutuhan sosial dan kepercayaan<br />
b.     sistem hak milik, pembagian kerja dan struktur sosial<br />
c.     kebutuhan sosial, kepercayaan dan hubungan sosial<br />
d.     kebutuhan sosial, kepercayaan dan struktur sosial<br />
e.     struktur masyarakat, hubungan sosial dan kepercayaan<br />
2.     Beberapa faktor berikut merupakan faktor penghalang terjadinya perubahan sosial, kecuali &#8230;<br />
a.     hambatan-hambatan yang bersifat ideologis<br />
b.     perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terlambat<br />
c.     ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu<br />
d.     prasangka terhadap hal-hal yang baru/asing<br />
e.     kurangnya hubungan dengan masyarakat lain<br />
3.     Upaya menghidupkan kembali tradisi masa lampau yang hampir punah merupakan bentuk perwujudan kebenaran teori &#8230;..<br />
a.     Linier                                                                 d.   kontinuitas<br />
b.     Revolusi                                                             e.   siklus<br />
c.     evolusi<br />
4.     Sosiolog berikut bukan merupakan tokoh perkembangan linier dalam menjelaskan proses perubahan sosial adalah &#8230;..<br />
a.     Emile Durkheim<br />
b.     Herbert Spencer<br />
c.     Max Weber<br />
d.     Oswald Spengler<br />
e.     Karl Mark<br />
5.     Ditemukannya  mode pakaian baru oleh perancang busana termasuk salah satu contoh peubahan  ..<br />
a.     kecil<br />
b.     besar<br />
c.     yang dikehendaki<br />
d.     yang tidak dikehendaki<br />
e.     prtoses<br />
6.     Seorang tokoh yang menyatakan bahwa perubahan sosial adalah semua perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat bernama &#8230;<br />
a.     Selo Soemardjan<br />
b.     Soerjono Soekanto<br />
c.     Gillin dan Gillin<br />
d.     William F. Ogburn<br />
e.     Kingsley Davis</p>
<p> 7.   Perubahan sosial bersifat linier, maksudnya &#8230;..<br />
a.     perubahan dapat direncanakan tetapi tidak dapat diarahkan ke satu tujuan yang pasti<br />
b.     perubahan dapat direncanakan dan diarahkan ke satu tujuan yang pasti<br />
c.     perubahan tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke satu tujuan yang pasti<br />
d.     perubahan tidak dapat direncanakan dan tidak dapat diarahkan ke satu tujuan yang pasti<br />
e.     perubahan tidak dapat direncanakan tetapi dapat diarahkan ke satu tujuan yang pasti<br />
8.   Perubahan yang memerlukan waktu lama, saling mengikuti dan lamban dinamakan &#8230;..<br />
a.     revolusi                                                             d.   Perubahan bergelombang<br />
b.     evolusi                                                              e.   Perubahan komulatif<br />
c.     perubahan kebudayaan<br />
9.     Perubahan yang memerlukan waktu lama, saling mengikuti dan berjalan lamban dinamakan &#8230;..<br />
a.     Revolusi                                                             d.   Perubahan bergelombang<br />
b.     Evolusi                                                              e.   Perubahan komulatif<br />
c.     perubahan kebudayaan<br />
10.  Berdasarkan teori siklus , perubahan sosial merupakan sesuatu yang &#8230;..<br />
a.     Selalu terjadi di lingkungan masyarakat<br />
b.     Menjadi bagian dari perubahan kebudayaan<br />
c.     Tidak dapat diarahkan ataupun direncanakan<br />
d.     Dengan mudah dapat diarahkan ke titik tertentu<br />
e.     Merupakan bagian dari kebutuhan manusia</p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/tugas/'>TUGAS</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=125&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/10/04/latihan-harian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lembaga Sosial</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/09/28/lembaga-sosial/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/09/28/lembaga-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 09:28:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>
		<category><![CDATA[Hoarton]]></category>
		<category><![CDATA[Hunt]]></category>
		<category><![CDATA[institutation]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian lembaga sosial Menurut Hoarton dan Hunt, lembaga social (institutation) bukanlah sebuah bangunan, bukan kumpulan dari sekelompok orang, dan bukan sebuah organisasi. Lembaga(institutations) adalah suatu system norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatanyang oleh masyarakat dipandang penting atau secara formal, sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia. Dengan kata lainLembaga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=136&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian lembaga sosial</p>
<p>Menurut Hoarton dan Hunt, lembaga social (institutation) bukanlah sebuah bangunan, bukan kumpulan dari sekelompok orang, dan bukan sebuah organisasi. Lembaga(institutations) adalah suatu system norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatanyang oleh masyarakat dipandang penting atau secara formal, sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia. Dengan kata lainLembaga adalah proses yang terstruktur (tersusun} untuk melaksanakan berbagai kegiatan tertentu.<br />
Pendapat para tokoh tentang Difinisi Lembaga social :<br />
1. Menurut Koentjaraningkrat : Pranata social adalah suatu system tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.<br />
2. menurut Leopold Von Weise dan Becker : Lembaga social adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.<br />
3. Menurut Robert Mac Iver dan C.H. Page : Lembaga social adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.<br />
4. Menurut Soerjono Soekanto, Pranata social adalah himpunana norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehiduppan masyarakat.</p>
<p>Proses pertumbuhan lembaga social.<br />
Timbulnya institusi social dapat terjadi melalui 2 cara yaitu :<br />
1. secara tidak terncana<br />
2. secara terencana</p>
<p>Secara tidak terencana maksudnya adalah institusi itu lahir secara bertahap dalam kehidupan masyarakat, biasanya hal ini terjadi ketika masyarakat dihadapkan pada masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang sangat penting. Contohnya adalah dalam kehidupan ekonomi , dimasa lalu , untuk memperoleh suatu barang orang menggunakan system barter , namun karena dianggap sudah tidak efisien dan menyulitkan , maka dibuatlah uang sebagai alat pembayaran yang diakui masyarakat, hingga muncul lembaga ekonomi seperti bank dan sebagainya</p>
<p>Secara terencana maksudnya adalah institusi muncul melalui suatu proses perncanaan yang matang yang diatur oleh seseorang atau kelompok orang yang memiliki kekuasaan dan wewenang. Contohnya lembaga transmigrasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai cara untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk. Singkat kata bahwa proses terbentuknya lembaga social berawal dari individu yang saling membutuhkan . Saling membutuhkan ini berjalan dengan baik kemudian timbul aturan yang disebut norma kemasyarakatan. Norma kemasyarakatan dapat berjalan baik apabila terbentuk lembaga social.</p>
<p>Indipidu ———- Saling membutuhkan …………..Norma ………………….Lembaga social.</p>
<p>Untuk dapat membedakan kekuatan tingkatan mengikat norma secara sosiologis dikenal empat macam norma :<br />
1. Cara (usage) . Norma ini menunjukan suatu bentuk perbuatan dan mempunyai kekuatan sangat lemah. Cara (usage) lebih menonjol dalam hubungan antar individu dalam masyarakat. Suatu penyimpangan terhadap norma ini tidak akan mengakibatkan hukuman tetapi biasanya dapat celaan. Contoh cara makanyang berisik, minim sambil bersuara dll.<br />
2. Kebiasaan folkways) menunjukan pada perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Contoh orang yang mempunyai kebiasaan memberikan hormat kepada orang yang lebih tua usianya dll.<br />
3. Adat istiadat (custom) Tata kelakuan yang telah berlangsung lama dan terintegrasi secara kuat dengan pola perilaku masyrakat dapat meningkatkan kekuatan normatifnya menjadi adat istiadat.</p>
<p>Tipe-tipe lembaga social<br />
a. Berdasarkan sudut perkembangan<br />
1. Cresive institution yaitu istitusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat.<br />
Contoh institusi agama, pernikahan dan hak milik.<br />
1. Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya institusi pendidikan</p>
<p>b. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat.<br />
1. Basic institutions yaitu institusi social yang dianggap penting untuk memlihara dan<br />
mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contohnya keluarga, sekolah, Negara<br />
dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.<br />
2. Subsidiary institutions yaitu institusi social yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap<br />
oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat.<br />
c. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat .<br />
1. Approved atau social sanctioned institutions yaitu institusi social yang diterima oleh<br />
masayarakat misalnya sekolah atau perusahaan dagang.<br />
2. Unsanctioned institutions yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat<br />
tidak mampu memberantasnya. Contoh organisasi kejahatan.</p>
<p>d. Berdasarkan sudut penyebarannya.<br />
1. General institutions yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat.<br />
Contohnya institusi agama<br />
2. Restrikted institutions intitusi social yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil<br />
masyarakat tertentu, contoh islam, protestan, katolik dan budha.<br />
e. Berdasrkan sudut fungsinya<br />
1. Operative institutions yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-<br />
cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh institusi ekonomi<br />
2. Regulative institutions yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau<br />
tatakelakuan dalam masyarakat. Contoh institusi hukum dan politik seperti pengadilan<br />
dan kejaksaan.</p>
<p>Institusi Keluarga<br />
Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan.</p>
<p>Proses terbentuknya Keluarga.<br />
Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :<br />
1. diawali dengan adnya interaksi antara pria dan wanita<br />
2. Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan social yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan.<br />
3. Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hubungan antara lembaga keluarga dengan lembga agama ?<span id="more-136"></span></p>
<p>Tujuan Perkawinan.<br />
1. Untuk mendapatkan keturunan<br />
2. Untuk meningkat derajat dan status social baik pria maupun wanita<br />
3. mendekatkan kembali hubungan kerabat yang sudah renggang<br />
4. Agar harta warisan tidak jatuh ke orang lain.</p>
<p>Fungsi keluarga<br />
1. Fungsi Reproduksi artinya dalam keluarga anak-anak merupakan wujud dari cinta kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunannya.<br />
2. Fungsi sosialisasi artinya bahwa keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakatnya. Keluarga sebagai wahana sosialisasi primer harus mampu menerapakan nilai dan norma masyarakat melalui keteladanan orang tua.<br />
3. Fungsi afeksi artinya didalam keluarga diperlukan kehangatan rasa kasih saying dan perhatian antar anggota keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makluk berpikir dan bermoral (kebutuhan integratif) apabila anak kurang atau tidak mendapatkannya , kemungkinan ia sulit untuk dikendalikan nakal, bahkan dapat terjerumus dalam kejahatan.<br />
4. Fungsi ekonomi artinya bahwa keluarga terutama orang tua mempunyai kewajiban ekonomi seluaruh keluarganya . Ibu sebagai sekretaris suami didalam keluarga harus mampu mengolah keuangan sehingga kebutuahan dalam rumah tangganya dapat dicukupi.<br />
5. Fungsi pengawasan social artinya bahwa setiap anggota keluarga pada dasarnya saling melakukan control atau pengawasan karena mereka memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga .<br />
6. Fungsi proteksi (perlindungan) artinya fungsi perlindungan sangat diperlukan keluarga terutma anak , sehigngga anak akan merasa aman hidup ditengah-tengah keluarganya. Ia akan merasa terlindungi dari berbagai ancaman fisik mapun mental yang dating dari dalam keluarga maupun dari luar keluarganya.<br />
7. Fungsi pemberian status artinya bahwa melalui perkawinan seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan yang baru di masyarakat yaitu suami atau istri. Secara otomatis mereka akan diperlakukan sebagai orang yang telah dewasa dan mampu bertanggung jawab kepada diri, keluarga, anak-anak dan masyarakatnya.</p>
<p>Peran dan fungsi lembaga pendidikan<br />
1. Fungsi manifest pendidikan<br />
a. membantu orang untuk mencari nafkah<br />
b. menolong mengembangkan potensinya demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.<br />
c. Melestarikan kebudayaan dengan caramengajarkannya dari generasi kegenerasi berikutnya.<br />
d. Merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran ketrampilan berbicara dan mengembangkan cara berpikir rasional<br />
e. Memperkaya kehidupan dengan cara menciptakan kemungkainan untuk berkembangnya cakrawala intelektual dan cinta rasa keindahan.<br />
f. Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri melalui bimbingan pribadi dan berbagai kursus<br />
g. Meningkatkan taraf kesehatan para pemuda bangsa melalui latihan dan olahraga.<br />
h. Menciptakan warga Negara yang patreotik melalui pelajaran yang menggambarkan kejayaan bangsa.<br />
i. Membentuk kepribadian yaitu susunan unsur dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu.<br />
2. Fungsi laten lembaga pendidikan.<br />
Fungsi ini berkaitan dengan fungsi lembaga pendidikan secara tersembunyi yaitu menciptakan atau melahirkan kedewasaan peserta didik.</p>
<p>Singkat kata bahwa fungsi pendidikan yang berkaitan dengan fungsi yang<br />
nyata (manifest) adalah :<br />
1. mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah<br />
2. mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentaingan masyarakat.<br />
3. melestarikan kebudayaan<br />
4. menanamkan ketrampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.</p>
<p>Sedangkan fungsi laten lembaga pendidikan adalah :<br />
1. mengurangi pengendalian orang tua melalui pendidikan sekolah orang tua melimoahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah<br />
2. menyediakan saranan untuk pembangkangan , Sekolah mempunyai potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.<br />
3. mempertahankan system kelas social . Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise , privilese, dan status yang ada dalam masyarakat.<br />
4. memperpanjang masa remaja . Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.</p>
<p>Tujuan dan funsi lembaga ekonomi<br />
Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.<br />
Fungsinya dari lembaga ekonomi adalah :<br />
1. memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan<br />
2. memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter<br />
3. memberi pedomantentang harga jual beli barang<br />
4. memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja<br />
5. memberikan pedoman tentang cara pengupahan<br />
6. memberikan pedomantentang cara pemutusan hubungan kerja<br />
7. memberi identitas bagi masyarakat.</p>
<p>Struktur lembaga ekonomi<br />
Secara sederhana, lembaga ekonomi dapat diklasifikasikan sb;<br />
1. sector agraris yang meliputi sector pertanian, seperti sawah, perladangan, perikanan, dan pertenakan.(Gathering/pengumpulan) yaitu proses pengumpulan barang atau sumberdaya alam dari lingkungannya.<br />
2. sector industri ditandai dengan kegiatan produksi barang.(production)<br />
3. sector perdagangan merupakan aktifitas penyaluran barang dari produsen ke konsumen {Distributing) yaitu proses pembagian barang dan komonditas pada subsistem-subsistem lainnya.</p>
<p>Ada beberapa unsur lembaga ekonomi :<br />
1. Pola perilaku : efisiensi, penghematan, profesionalisme, mencari keuntungan<br />
2. Budaya simbolis : merk dagang, hak paten, slogan , lagu komersial<br />
3. Budaya manfaat : took, pabrik,pasar, kantor, balngko, formulir.<br />
4. Kode spesialisasi : kontrak, lesensi, kontrak monopoli, akte perusahaan<br />
5. Ideologi : liberalisme, tanggungjawab ,manajerial, kebebasan beryusaha, hak buruh.</p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/uncategorized/'>BAHAN AJR K.12</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=136&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/09/28/lembaga-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Modernisasi</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/09/27/modernisasi/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/09/27/modernisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 09:25:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Widjojo Nitisastro]]></category>
		<category><![CDATA[Wilbert E. Moore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[1. Pengertian a. Wilbert E. Moore, Widjojo Nitisastro Modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam ari teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomi dan politis yang menjadi ciri negara Barat yang stabi. b. JW. Schoorl Modernisasi dikatakan sebagai suatu proses transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya. c. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=134&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Pengertian<br />
a. Wilbert E. Moore, Widjojo Nitisastro<br />
Modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam ari teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomi dan politis yang menjadi ciri negara Barat yang stabi.<br />
b. JW. Schoorl<br />
Modernisasi dikatakan sebagai suatu proses transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.<br />
c. Cyril Black<br />
Masyarakat modern sesungguhnya merupakan hasil korelasi antara tingginya nilai peradaban manusia sebagai anggota masyarakat dengan majunya tingkat nasionalisme dalam negkaji hasil kebudayaan yang memungkinkan terciptanya kehidupan masyarakat yang mantap, sejahtera, makmur dan merata.<br />
d. Abdulsyam<br />
Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dlam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Atau dengan kata lain, proses perubahan dari cara tradisional ke cara baru yang lebih maju, dimana dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.<br />
e. Soerjono Soekanto<br />
Modernisasi dikemukakan sebagai suatu bentuk dari perubahan sosial, biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (direct change) dan berdasarkan pada suatu perencanaan (social planning).<br />
f. Harold Rosenberg<br />
Modernisasi adalah sebuah tradisi baru mengacu pada urbanisasi atau sampai sejauh mana dan bagaimana pengikisan sifat-sifat pedesaan suatu masyarakat berlangsung.<br />
g. Louis Irving Horovitz<br />
Modernisasi yang non ideologis pada dasarnya merupakan suatu istilah teknologis, bukan suatu istilah penilaian yang menyangkut penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin. Modernisasi berkaitan dengan komunikasi informasi dalam tempo cepat, pemindahan barang dan orang dengan cepat, dan sebagainya.<br />
h. Koentjaraningrat<br />
Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan jaman dan konstelasi dunia sekarang.<br />
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa modernisasi mencakup hal berikut :<br />
a. berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.<br />
b. berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup di masyarakat.<br />
2. Ciri atau karakter modernisasi<br />
Proses menuju kehidupan masyarakat yang modern memiliki ciri atau karakter yang dibedakan atas<br />
a. aspek sosio demografis<br />
Aspek sosio demografis atau mobilitas sosial merupakan suatu proses perubahan unsur-unsur sosial, ekonomis dan psikologis masyarakat yang mulai menunjukkan peluang ke arah pola baru melalui sosialisasi dan pola perilaku yang terwujud pada aspek kehidupan modern, misal mekanisasi, urbanisasi dan peningkatan pendapatan per kapita.<br />
b. aspek struktur organisasi sosial<br />
Aspek ini merupakan perubahan unsur-unsur dan norma kemasyarakatan yang terwujud apabila manusia mengadakan hubungan dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat menyangkut lembaga kemasyarakatan, norma sosial, pelapisan sosial, kekuasaan dan wewenang dan interaksi sosial.<br />
3. Syarat modernisasi<br />
Dalam buku “Sosiologi Suatu Pengantar”, Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa agar modernisasi berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan keinginan masyarakat, maka diperlukan beberapa syarat.<br />
a. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat.<br />
b. Sistem administrasi negara yang baik.<br />
c. Sistem pengumpulan data yang baik dan beratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.<br />
d. Penciptaan iklim yang sesuai (favourable) dengan kehendak masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat komunikasi massa.<br />
e. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di pihak lain berarti pengurangan kemerdekaan.<br />
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planning).<br />
4. Dorongan untuk modernisasi<br />
Modernisasi dapat berlangsung, jika dalam masyarakat terdapat dorongan yang meliputi :<br />
a. keinginan masyarakat/ manusia untuk hidup lebih praktis atau yang lebih nyaman<br />
b. meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan produksi<br />
c. mendapatkan sesuatu lebih banyak (nilai tambah), lebih bermutu, lebih bagus, lebih hemat tenaga dan baik.<br />
5. Elemen manusia modern<br />
Agar modernisasi dapat berlangsung dalam masyarakat, maka diperlukan pendukung utama yaitu unsur manusia yang memiliki sikap modern. Untuk melakukan modernisasi manusia menurut Alex Inkeles dikatakan harus memiliki ciri :<br />
a. Kesediaan untuk menerima pengalaman baru dan keterbukaan terhadap pembangunan dan perubahan.<br />
b. Memiliki kesanggupan untuk membentuk pendapat mengenai masalah di sekitar dirinya dan di lingkungan yang lebih luas.<br />
c. Memiliki pandangan yang ditujukan pada masa kini dan masa depan, bukan ke masa lampau.<br />
d. Menginginkan serta terlibat dalam perencanaan maupun pengorganisasian dan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.<br />
e. Yakin bahwa orang dapat belajar dalam batas tertentu untuk menguasai alam untuk kepentingan sendiri.<br />
f. Yakin bahwa dunia dapat diperhitungkan, tidak ditentukan oleh nasib.<br />
g. Sadar akan harga diri orang lain dan bersedia menghargai.<br />
h. Percaya pada ilmu dan teknologi.<br />
i. Percaya pada adanya keadilan dan pemerataan<br />
6. Tujuan modernisasi<br />
Di berbagai belahan dunia, berkembang modernisasi pada setiap masyarakat. Modernisasi di setiap negara memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan taraf hidup, terutama dalam bidang ekonomi. Untuk meningkatkan taraf hidup di negara berkembang, maka dipilih cara yang telah ditempuh negara maju.<br />
a. mengembangkan ilmu pengetahuan<br />
b. mengembangkan teknologi<br />
c. mengadakan industrialisasi<br />
d. mengembangkan ekonomi<br />
7. Hal yang perlu diperhatikan dalam modernisasi<br />
Dalam melaksanakan modernisasi di masyarakat, perlu kiranya diperhatikan beberapa hal yaitu :<br />
a. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan.<br />
b. Perubahan dalam masyarakat dapat berupa nilai sosial, pola perilaku, organisasi, susunan, lembaga, dan sebagainya.<br />
c. Karena luasnya bidang yang terjadi perubahan dalam masyarakat, maka perlu ditegaskan perubahan mengenai hal apa yang dimaksudkan dalam uraian seseorang.<br />
d. Banyak sosiolog yang mencurahkan perhatian pada masalah perubahan sosial dan kebudayaan dalam masyarakat.<br />
8. Akibat modernisasi<br />
Modernisasi yang berlangsung dalam masyarakat akan menimbulkan konsekuensi atau akibat yang cukup luas.<br />
a. disorganisasi sosial<br />
Disorganisasi sosial adalah proses memudar atau melemahnya norma dan nilai sosial dalam masyarakat karena adanya perubahan sosial. Hal ini muncul dalam bentuk masalah sosial yang tidak diinginkan, diantaranya :<br />
1) Persoalan yang berhubungan erat dengan organisasi sosial (kekerabatan, kekeluargaan).<br />
2) Pembagian kerja yang makin terspesialisasi sehingga keahlian yang makin khusus. Mereka yang tidak terampil akan sulit mendapatkan pekerjaan.<br />
3) Aktivitas untuk mengisi waktu lenggang yang nampak telah berubah.<br />
4) Modernisasi khususnya industrialisasi menambah pengangguran dalam masyarakat.<br />
b. kesenjangan budaya dan disintegrasi sosial<br />
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan (disequilibrium) hubungan sosial. Ketidakseimbangan tersebut dapat menimbulkan goncangan atau kekacauan dalam hubungan sosial. Lihat kembali uraian pada materi sebelumnya.<br />
Modernisasi yang makin meningkat dalam masyarakat Indonesia memunculkan pula pengaruh lain yang meliputi :<br />
a. Bidang pertanian mengalami kesulitan karena tenaga kerja banyak pindah ke kota.<br />
b. Produksi pertanian masih tergantung pada individu petani<br />
c. Kekurangan tenaga terlatih dalam jangka panjang<br />
d. Makin tinggi dan makin besarnya tenaga spesialisasi<br />
e. Mobilitas kerja di masyarakat yang lebih bervariasi<br />
f. Makin berkurangnya ikut campur negara dalam proses ekonomi<br />
g. Meningkatnya konsumsi.<br />
Modernisasi yang berlangsung dalam masyarakat pada dasarnya merupakan usaha manusia untuk mengadakan perubahan dalam lingkungan hidup/ masyarakat yang sifatnya berlainan dari keadaan semula. Perubahan tersebut tampak jelas dari sifatnya yang maju dan bukan kemunduran. Sedangkan westernisasi dapat diartikan pembaratan, yakni hidup modern seperti yang dilakukan dan diperlihatkan orang sehari-hari di negara Barat. Bentuk westernisasi adalah meniru secara berlebihan gaya hidup orang barat.<br />
Kemajuan teknologi suatu bangsa dapat mengubah pola hidup, cara berpikir manusia ke arah westernisasi maupun sekulerisasi. Pola kehidupan masyarakat yang bersifat westernisasi memiliki ciri sebagai berikut :<br />
a. Gaya hidup seakan-akan bebas tanpa mengenal nilai dan norma sosial dalam masyarakat.<br />
b. Gaya hidup konsumerisme (boros)<br />
c. Suka kegiatan yang bersifat seremonial yang disertai pesta, minuman keras, dansa di bar, dan sebagainya<br />
d. Tindakan pergaulan bebas dan berperilaku menyimpang<br />
e. Terjadinya kawin kontrak tanpa ikatan yang sah<br />
f. Kegiatan hidup yang terprogram, misal wisata ke luar negeri, makan dengan menu teratur, belanja ke swalayan, dan sebagainya.<br />
Dalam masyarakat Indonesia modernisasi/ pembaharuan bisa saja meniru atau mengambilalih teknologi Barat dengan menekankan pada “penggunaan” unsur kebudayaan barat, namun tanpa harus seperti orang Barat.<br />
C. Tantangan Globalisasi Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa<br />
Globalisasi berasal dari kata globe (bola dunia). Dengan demikian dapat diartikan sebagai suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi yang dapat memperlancar interaksi antar warga dunia. Oleh karena itu dalam era globalisasi, peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat diketahui dengan cepat oleh bangsa atau negara lain.<br />
Sebagai suatu sistem atau tatanan hidup yang menyebabkan seseorang atau negara tidak mungkin mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi, globalisasi memudahkan masuknya unsur asing ke Indonesia. Dengan demikian masyarakat Indonesia tidak mungkin untuk menghindari adanya pengaruh luar yang masuk.<br />
Globalisasi yang berkembang pada saat ini membawa pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat dunia. Dalam kehidupan ekonomi terjadi pergeseran masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri. Di samping itu juga ilmu pengetahuan, cara berpikir kritis, sistematis, analitis, logika rasional dan menghargai waktu. Unsur budaya asing masuk ke Indonesia dalam aspek teknologi informasi berakibat munculnya perilaku kekerasan dalam masyarakat, berkembangnya gaya hidup free seks dan makin maraknya pornografi dan pornoaksi.<span id="more-134"></span><br />
Dengan demikian globalisasi memiliki kecenderungan :<br />
1. budaya materiil, pada umumnya akan mudah diserap oleh masyarakat penerima.<br />
2. budaya yang bersifat ilmu pengetahuan dan teknologi, kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat penerima.<br />
Dalam kehidupan globalisasi nampak adanya pergeseran nilai dan norma dimana ukuran nilai dan norma menjadi lebih lunak. Globalisasi yang mulai meresap ke dalam masyarakat Indonesia khususnya, memiliki dampak besar bagi budaya bangsa<br />
1. Goncangan kebudayaan (cultural shock)<br />
Goncangan kebudayaan adalah suatu kondisi ketika terjadi goncangan jiwa atau mental seseorang/ kelompok akibat belum adanya kesanggupan atau kesiapan untuk menerima unsur budaya luar yang berbeda jauh dengan unsur budaya sendiri, yang datang secara tiba-tiba. Manusia atau masyarakat akan merasa tertekan, putus asa, bahkan tidak berdaya untuk keluar atau mengikuti perubahan. Jika hal ini berlanjut, maka akan menimbulkan kekacauan dalam masyarakat. Contoh seseorang secara tiba-tiba dikirim ke negara lain tanpa diberitahu sebelumnya, tidak mengetahui budaya masyarakatnya dan harus berangkat dalam waktu singkat. Apa kira-kira yang terjadi ?<br />
2. Kesenjangan kebudayaan (cultural lag)<br />
Pada masyarakat yang mengalami perubahan, tidak semua unsur masyarakat dan budaya memiliki perubahan yang sama cepat. Biasanya budaya material lebih cepat berkembang dibanding budaya imaterial. Proses ini dapat menimbulkan krisis, ketegangan, konflik, dan sebagainya.<br />
3. Globalisasi memperkaya unsur budaya Indonesia<br />
Globalisasi yang membawa budaya asing yang baik dan lebih maju akan memperkaya budaya Indonesia (enrichment). Cara berpikir rasional, menghargai waktu, misalnya, dapat mengubah pola pikir masyarakat. Sehingga masyarakat Indonesia dapat menerima kritik dan saran demi kemajuan bangsa.<br />
Adapun jati diri khas yang dimiliki bangsa Indonesia selama ratusan tahun dan membedakan dengan bangsa lain adalah :<br />
1. Religius yaitu mengedepankan agama.<br />
2. Humanis yaitu jiwa kemanusiaan yang tinggi.<br />
3. Naturalis yaitu apa adanya.<br />
4. Terbuka yaitu membuka diri pada dunia luar dengan filterisasi.<br />
5. Demokratis yaitu musyawarah mufakat dan bebas mengeluarkan pendapat.<br />
6. Integrasi dan harmoni.<br />
7. Nasionalisme dan patriotisme yaitu cinta tanah air dan bangsa.<br />
Berdasarkan uraian di atas, maka dibawah ini dapat dikemukakan beberapa tantangan global terhadap jati diri bangsa Indonesia.<br />
1. Melemahnya penghayatan terhadap Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa<br />
Pancasila sebagai dasar negara, falsafah hidup, pandangan hidup serta bentuk kepribadian bangsa Indonesia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap negara berkeinginan untuk memantapkan jati diri dengan merumuskan secara jelas arah dan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini Pancasila telah memiliki peran dan kedudukan yang sangat strategis bagi bangsa Indonesia.<br />
Dalam era globalisasi, terjadi penetrasi/ pengaruh kuat dari berbagai pandangan hidup, terutama dari negara yang lebih maju. Negara maju dalam konteks telah menikmati kemajuan ekonomi, sosial dan teknologi lebih awal. Pengaruh terhadap pandangan hidup yang positif akan diterima sebagai upaya memperkaya jari diri bangsa. Namun demikian, pengaruh asing yang bertentangan dengan nilai luhur dalam Pancasila harus diwaspadai, misal kekerasan dan atheisme.<br />
2. Pemakaian bahasa Indonesia<br />
Bangsa Indonesia telah memiliki bahasa persatuan dan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengalami perkembangan sejak lama. Sejalan dengan berkembangnya modernisasi dan globalisasi ternyata ikut mempengaruhi atau mengubah berbagai unsur bahasa Indonesia. Hal ini bisa dalam bentuk kosa kata, gaya bahasadan<br />
struktur pembahasaan yang digunakan. Perkembangan demikian menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia tanpa menghilangkan ciri khas bahasa Indonesia.<br />
3. Berkurangnya legitimasi agama<br />
Adanya modernisasi dan globalisasi membawa pengaruh terhadap kehidupan agama. Pengaruh ini nampak dari sekularisasi dalam keberagamaan dan individualisasi dalam hubungan sosial. Bangsa Indonesia yang bersifat religius sangat mengagungkan nilai dan norma sosial dari ajaran agama. Gencarnya modernisasi dan globalisasi telah mempengaruhi pola beragama dan penghayatan terhadap ajaran agama bangsa Indonesia.<br />
4. Dekadensi moral dan kekacauan kemanusiaan<br />
Dekadensi moral adalah melemahnya atau terkikisnya nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan kebersamaan di dalam diri manusia. Hal ini nampak dari manusia yang suka merampas hak orang lain dan tidak mempedulikan nasib sesamanya. Individualisme membentuk manusia hanya peduli pada diri sendiri dan kelompoknya dan apatis terhadap lingkungan sekitar.<br />
Kenyataan dalam masyarakat menunjukkan banyaknya orang yang membutuhkan bantuan guna memenuhi kebutuhan pokok. Mereka tidak mampu berusaha karena tidak mampu mengelola sumber daya alam atau terkena bencana alam. Di sisi lain, terbentuk kelompok individu yang memupuk kekayaan pribadi dan menghabiskan dana sedemikian besar untuk mempertahankan kedudukannya. Hal ini merupakan dua kenyataan yang saling bertentangan dan menunjukkan kelemahan dan kekacauan tatanan kemanusiaan dewasa ini.<br />
5. Perubahan pola perilaku dalam pergaulan<br />
Modernisasi dan globalisasi melahirkan corak kehidupan masyarakat yang makin kompleks. Makin derasnya arus globalisasi dan modernisasi berakibat kepribadian masyarakat Indonesia mengalami pergeseran. Corak budaya asing yang mementingkan individualisme, formalitas, kontrak kerja resmi dan sebagainya, masuk dan berkembang di Indonesia.<br />
D. Cara Mengatasi Memudarnya Jati Diri Bangsa<br />
Jati diri atau human character merupakan suatu sifat, watak, rasa, akal, kehendak, semangat. Roh, kesadaran, dan kekuatan yang terdapat dalam jiwa manusia sebagai rposes belajar tentang nilai-nilai budaya yang luas dan muncul dalam tindakan. Jati diri dapat bersifat individual maupun kelompok.<br />
Jati diri bangsa Indonesia dapat berupa sifat religius, terbuka, humanis, demokratis, naturalis, integrasi dan harmoni, nasionalisme dan patriotisme, komitmen terhadap kebenaran, profesional, menjunjung tinggi hukum, dan sebagainya. Jati diri ini akan berpadu menjadi kekuatan yang mampu menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang berasal baik dari dalam maupun dari luar.<br />
Bangsa Indonesia dewasa ini sedang membangun dan memperbaiki dirinya, yang memungkinkan terjadinya perubahan secara fisik, materi maupun sosial budaya masyarakat. Perubahan di dunia internasional memiliki pengaruh besar terhadap proses pembangunan nasional Indonesia. Perkembangan internasional terus melaju dan berubah serta terus mempengaruhi perkembangan masyarakat Indonesia.<br />
Cepatnya perubahan senantiasa menuntut dilakukannya penyesuaian/ akomodasi baru. Jika hal ini tidak dilakukan, maka perubahan makin sulit diarahkan perkembangannya. Bahkan dapat mengancam keutuhan integrasi nasional. Kondisi sosial berupa krisis moral, krisis kepercayaan hingga krisis harga diri dalam bangsa Indonesia perlu kiranya segera diatasi. Upaya nyata untuk menyelamatkan kehidupan berbangsa dan<br />
bernegara tersebut diperlukan perencanaan sosial. Menurut Ogburn dan Nimkoff, persyaratan perencanaan sosial yang efektif adalah :<br />
1. adanya unsur modern dalam masyarakat yang mencakup sistem ekonomi (penggunaan uang), urbanisasi yang teratur, penguasaan iptek, dan sebagainya.<br />
2. Adanya sistem pengumpulan keterangan dan analisis yang baik.<br />
3. Terdapat sikap publik yang baik terhadap usaha perencanaan sosial.<br />
4. Adanya pimpinan ekonomi dan politik yang progresif.<br />
Pada dasarnya setiap masyarakat selalu menginginkan keserasian dan keharmonisan. Keadaan yang serasi dan harmoni akan timbul jika lembaga kemasyarakatan (pranata sosial) yang pokok dalam kehidupan manusia, benar-benar berfungsi dan saling mengisi.<br />
Dalam menghadapi tantangan global, sosiolog Selo Soemardjan mengemukakan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan unsur kepribadian berikut :<br />
1. Kemampuan dan kebiasaan berpikir secara rasional dan realistis serta obyektif dalam menghadapi masalah sosial. Kemampuan ini menjadi sarana guna bekerja sistematis, efisien dan efektif.<br />
2. Kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat dan warga negara untuk bersikap yang tidak melanggar norma hukum dan nilai sosial.<br />
3. Memiliki rasa harga diri dan kepercayaan pada diri sendiri dalam menghadapi tatanan masyarakat yang bersifat kompetitif.<br />
4. Memiliki pengetahuan yang luas dan keahlian yang ditekuni secara profesional.<br />
5. Mempunyai cita-cita hidup yang ingin dicapai melalui segala cara yang sah dan etis.<br />
Eksistensi jati diri bangsa Indonesia perlu dipertahankan dengan upaya mengantisipasi makin memudarnya jati diri bangsa melalui :<br />
1. Memperkuat ideologi dan nasionalisme melalui berbagai kegiatan, misal upacara bendera,<br />
pekan seni budaya nusantara, dan sebagainya.<br />
2. Mengimbangi kemajuan iptek dengan mempertebal iman dan taqwa.<br />
3. Mencegah meluasnya narkoba, pornoaksi, melalui teknologi, miras dan sebagainya.<br />
4. Mencintai produk dalam negeri.<br />
5. Meningkatkan kualitas produk dalam negeri.<br />
6. Meningkatkan persatuan dan kesatuan.<br />
7. Menjaga kelestarian lingkungan hidup.<br />
8. Orang tua makin aktif dalam mendidik anak.<br />
9. Selektif terhadap budaya asing yang masuk.<br />
10. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai serta norma dalam masyarakat yang sejak dini melalui pendidikan multikultural.<br />
Bahan Acuan :<br />
Atik Catur Budiati. 2009. Sosiologi Kontekstual SMA/ MA Kelas XII. BSE. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas<br />
Koentjaraningrat. 1993. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama<br />
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga<br />
Soerjono Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Press</p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/uncategorized/'>BAHAN AJR K.12</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=134&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/09/27/modernisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/09/26/dampak-perubahan-sosial-dalam-kehidupan-bermasyarakat/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/09/26/dampak-perubahan-sosial-dalam-kehidupan-bermasyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 09:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>
		<category><![CDATA[BERMASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[DAMPAK]]></category>
		<category><![CDATA[KEHIDUPAN]]></category>
		<category><![CDATA[PERUBAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Standar Kompetensi Memahami dampak perubahan sosial Kompetensi Dasar Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat Indikator : 1. memberi contoh kasus dampak perubahan sosial 2. mengidentifikasi tantangan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa 3. mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jari diri bangsa Alokasi Waktu 12 x 45 menit ( 6 pertemuan ) Ringkasan Materi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=132&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
Standar Kompetensi<br />
Memahami dampak perubahan sosial<br />
Kompetensi Dasar<br />
Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat<br />
Indikator :<br />
1. memberi contoh kasus dampak perubahan sosial<br />
2. mengidentifikasi tantangan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa<br />
3. mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jari diri bangsa<br />
Alokasi Waktu<br />
12 x 45 menit ( 6 pertemuan )<br />
Ringkasan Materi<br />
A. Dampak Perubahan Sosial<br />
1. Integrasi sosial<br />
Dalam perubahan sosial di masyarakat, perlu diikuti adanya penyesuaian baik unsur masyarakat maupun unsur baru. Hal demikian sering disebut sebagai integrasi sosial. Unsur yang saling berbeda dapat saling menyesuaikan diri. Indonesia yang terdiri dari beranekaragam suku bangsa dan budayanya, diharapkan semua unsur/ komponen bangsa dapat menyesuaikan diri. Oleh karena itu akan terciptakan integrasi sosial atau integrasi nasional Indonesia.<br />
2. Disintegrasi sosial<br />
Disintegrasi sering diartikan sebagai proses terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian-bagian kecil yang trpisah satu sama lain. Sedangkan disintegrasi sosial adalah proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi beberapa unit sosial yang terpisah satu sama lain. Proses ini terjadi akibat hilangnya ikatan kolektif yang mempersatukan anggota kelompok satu sama lain.<br />
Perubahan sosial sering ditandai dengan perubahan unsur kebudayaan, tanpa diimbangi perubahan unsur kebudayaan yang lain yang saling terkait. Biasanya unsur yang cepat berubah adalah kebudayaan kebendaan bila dibandingkan dengan kebudayaan rokhani. Dalam hal ini dapat dikemukakan beberapa bentuk :<br />
1. Anomie<br />
Anomie adalah keadaan kritis dalam masyarakat akibat perubahan sosial dimana norma/ nilai lama memudar, namun norma/ nilai baru yang akan menggantikan belum terbentuk. Dengan demikian dalam kehidupan masyarakat sekolah-olah tidak ada norma atau nilai<br />
2. Cultural lag<br />
Menurut William F. Ogburn dikemukakan sebagai perbedaan taraf kemajuan antara berbagai bagian dalam kebudayaan, atau ketertinggalan antara unsur kebudayaan material dengan non material. Penyebab timbulnya cultural lag adalah :<br />
a. Kurangnya intetiviteit (penemuan baru) dalam sektor yang harus menyesuaikan dengan perkembangan sosial.<br />
b. Adanya hambatan terhadap perkembangan pada umumnya.<br />
c. heterogenitas/ keberagaman sikap masyarakat yaitu kesiapan dalam menerima perubahan.<br />
d. kurangnya kontak dengan budaya material masyarakat lain.<br />
3. Mestizo culture<br />
Mestizo culture atau kebudayaan campuran merupakan proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan lain yang memiliki warna dan sifat yang berbeda. Hal ini bercirikan sifat formalimse, yaitu hanya dapat meniru bentuknya, tetapi tidak mengerti akan arti sesungguhnya. Keadaan ini ditandai dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat serta terjadinya demonstrasi efek (pamer kekayaan) yang makin besar dengan adanya iklan. Kondisi demikian dapat menimbulkan disintegrasi sosial.<br />
Dalam kehidupan masyarakat perubahan sosial kadang-kadang dapat menimbulkan ketidakseimbangan (disequilibrium). Ketidakseimbangan tersebut dapat disebabkan adanya kesenjangan budaya dalam masyarakat (disintegrasi sosial). Adapun gejala yang menyebabkan terjadinya disintegrasi sosial adalah sebagai berikut :<br />
a. Tidak ada persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat mengenai norma yang semula dijadikan pegangan oleh anggota masyarakat.<br />
b. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat.<br />
c. Timbul pertentangan norma-norma dalam masyarakat, sehingga menimbulkan kebingungan bagi anggota masyarakat itu sendiri.<br />
d. Tidak ada tindakan sanksi yang tepat bagi pelanggar norma.<br />
e. Tindakan dalam masyarakat sudah tidak sesuai lagi dengan norma masyarakat.<br />
f. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses yang bersifat disosiatif.<br />
Berdasarkan gejala tersebut, kehidupan dalam masyarakat sudah tidak ada lagi penyesuaian di antara unsur yang berbeda (disintegrasi sosial). Disintegrasi sosial akan mendorong timbulnya gejala kehidupan sosial yang tidak normal yang dinamakan masalah sosial.<br />
Adapun bentuk disintegrasi sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang dapat dijumpai di Indonesia cukup kompleks.<br />
1. Pergolakan di daerah<br />
Pergolakan daerah adalah peristiwa disintegrasi yang mempermasalahkan isu lokal/ daerah. Pergolakan dapat berupa tuntutan sekelompok massa kepada kelompok lain termasuk the rulling class (penguasa). Dari bentuk disintegrasi ini kita dapat mengambil pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam melangkah terutama menyangkut hal mendasar dan melibatkan masyarakat luas. Hal ini dapat dicontohkan gerakan RMS (1950), DI/TII (1949 – 1962), PRRI/Permesta (1957-1958), pergolakan di Aceh, pergolakan di Papua, dan sebagainya.<br />
Timbulnya pergolakan daerah dapat dilatarbelakangi hal berikut :<br />
a. Sentimen kedaerahan dan primordialisme lebih berkembang dibanding sentimen nasionalisme.<br />
b. Sentralisasi kehidupan ekonomi dan politik yang mengakibatkan perbedaan pertumbuhan yang tajam antara pusat dan daerah<br />
Adapun faktor yang dapat memunculkan pergolakan di daerah atau konflik antar kelompok antara lain :<br />
a. Program pembangunan yang dilaksanakan tidak memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.<br />
b. Kurang berfungsinya lembaga masyarakat.<br />
c. Ketidakstabilan situasi politik dan keamanan nasional.<br />
d. Sarana-sarana komunikasi dan interaksi sosial antar daerah di berbagai bidang tidak berjalan dengan baik.<br />
e. Terjadinya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat.<br />
f. Masing-masing kelompok atau daerah memiliki kesetiaan primordial yang berlebihan.<br />
Pergolakan yang kemungkinan berlangsung dalam masyarakat dapat diminimalisir dengan cara :<br />
a. Menyusun perencanaan pembangunan yang mengarah pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan meminimalkan konflik.<br />
b. Memfungsikan secara optimal lembaga sosial kemasyarakatan sebagai kontrol sosial.<br />
c. mengefektifkan sarana komunikasi, interaksi atau kerjasama antar kelompok dengan baik.<br />
d. Berbagai pihak yang ada dalam masyarakat diajak bersama dalam kelangsungan proses pembangunan.<br />
e. Proses pembauran bangsa atau antar suku bangsa harus tetap dijalankan.<br />
f. Mempertegas tata nilai hukum dalam kehidupan bangsa.<br />
g. Membudayakan nilai Pancasila dan UUD 1945.<br />
2. Aksi protes dan demonstrasi </p>
<p>Aksi protes dapat diartikan gerakan yang dilakukan secara perorangan atau bersama untuk menyampaikan pernyataan tidak setuju yang oleh sebagian besar orang biasanya dilancarkan melalui kecaman pedas. Demonstrasi adalah tindakan sekelompok orang secara bersama-sama untuk menunjukkan rasa ketidakpuasan yang pada umumnya menyangkut bidang ekonomi, sosial dan politik.<br />
Bentuk disintegrasi ini dapat dikategorikan menjadi :<br />
a. demonstrasi yang berkaitan dengan sengketa tanah<br />
Aksi ini biasanya dilakukan petani dengan latar belakang mereka merasa ganti rugi yang kurang layak dan ditetapkan secara sepihak, misal pengalihan hak untuk kepentingan ekonomi dan industri seperti perumahan, industri dan kantor.<br />
b. demonstrasi yang berkaitan dengan perburuhan<br />
Kategori ini termasuk paling menonjol dan cenderung meningkat. Meningkatnya kasus ini seiring dengan pesatnya perkembangan industri di Indonesia. Tuntutan yang diajukan menyangkut perbaikan kesejahteraan misal, kenaikan upah (UMK), jaminan sosial dan kondisi dan keselamatan kerja.<br />
c. demonstrasi dan protes mahasiswa<br />
Mahasiswa sering dianggap sebagai tumpuan bagi perubahan (agent of change). Tindakan mahasiswa terpusat pada isu lokal/daerah, namun memiliki konteks nasional. Dengan demikian masalah yang diangkat tumpang tindih dengan demonstrasi petani dan buruh.<br />
Aksi protes dan demonstrasi dapat membawa pengaruh :<br />
a. negatif<br />
Pengaruh negatif akan timbul apabila aksi dilakukan dengan merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban umum, peledakan bom, tidak terkendali dan tidak terarah, akan berakibat merugikan masyarakat umum.<br />
b. positif<br />
Pengaruh positif akan timbul jika aksi dilakukan secara terkendali dan terarah, tuntutan disampaikan melalui legislatif/ wakil rakyat atau langsung kepada penguasa melalui nomor kotak pos atau nomor ponsel yang terbuka bagi masyarakat umum. Misal kotak pos 5000 dan 777 Jakarta pada masa orde baru.<br />
3. Kriminalitas<br />
Tindak kejahatan adalah tingkah laku anggota masyarakat yang melanggar norma hukum dan norma sosial. Secara yuridis, tindak kejahatan diartikan sebagai bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral dan kemanusiaan, merugikan masyarakat, dan melanggar ketentuan hukum. Ditinjau secara sosiologis, kejahatan adalah setiap bentuk ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang secara ekonomi, politik, sosial, dan psikologis merugikan kepentingan umum, melanggar norma sosial, dan menyerang keselamatan warga masyarakat.<br />
Tindak kriminal pada dasarnya bukan bawaan sejak lahir, namun bisa dilakukan setiap orang. Hal ini dapat dilihat dari sebab timbulnya :<br />
a. Kejahatan di kota besar disebabkan adanya tekanan baik dari teman, jiwa maupun kebutuhan hidup.<br />
b. Kriminalitas disebabkan kondisi dan proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku sosial yang berbeda (Donald R. Greesey).<br />
c. Perilaku jahat seseorang dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dan orang tersebut mendapat perilaku itu dari mereka yang berperilaku melawan norma hukum (EH. Sutherland).<br />
Jika kita tinjau secara mendalam, kriminalitas dapat disebabkan adanya proses-proses berikut :<br />
a. persaingan dan pertentangan kebudayaan<br />
b. perbedaan ideologi politik<br />
c. pertentangan masalah agama dan kesenjangan di bidang ekonomi<br />
d. kepadatan dan komposisi kekayaan<br />
e. perbedaan distribusi kekayaan<br />
f. perbedaan kekayaan dan pendapatan<br />
Individu atau manusia dalam masyarakat dapat berbuat tindak kejahatan atas dorongan media massa dan dipelajari dari kelompok kecil yang bersifat intim.<br />
Adapun bentuk tindak kejahatan dibedakan atas :<br />
a. Blue colour crime<br />
Blue colour crime atau kejahatan kerah biru merupakan tindak kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat umum yang secara ekonomi dan politik tergolong miskin. Mereka yang berbuat jahat termasuk kelas menengah ke bawah. Tindak kriminal berkaitan dengan pencurian, penjambretan, dans ebagainya. Perbuatan mereka didasari alasan kemiskinan.<br />
b. White colour crime<br />
White colour crime atau kejahatan kerah putih merupakan tindak kejahatan yang dilakukan masyarakat lapisan atas (pejabat atau pengusaha<br />
Tindak kejahatan sangat ditentang masyarakat, karena tindakan itu melanggar norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, terutama norma hukum. Padahal nilai dan norma merupakan bagian penting bagi kesinambungan masyarakat. Oleh karena itu, timbul upaya masyarakat untuk menentang dan mengatasi tindak kejahatan.<br />
1) preventif<br />
Tindakan ini dilakukan dengan pencegahan untuk menjaga agar kejahatan tidak timbul kembali, misal melalui penyuluhan hukum atau kadarkum.<br />
2) represif<br />
Masyarakat melalui lembaga yang ditunjuk melakukan upaya dengan menciptakan sistem dan program untuk menghukum mereka yang berbuat jahat. Disamping itu juga mengupayakan orang tidak berbuat jahat lagi, misal warga diberi konsultasi psikologis atau diklat.<br />
4. Kenakalan remaja<br />
Kenakalan remaja (Juvenile delinquency) seperti dikemukakan Fuad Hasan adalah suatu perbuatan anti sosial yang dilakukan anak/ remaja yang jika dilakukan orang dewasa dikategorikan sebagai tindak kejahatan. Tindak kenakalan remaja dewasa ini semakin berkembang. Bentuk kenakalan diantaranya membolos, aksi corat coret, kebut-kebutan, minuman keras, mencuri sepeda, dan sebagainya. Muncul dan berkembangnya tindak kenakalan cenderung disebabkan faktor motivasi. Berdasarkan motivasi, kenakalan remaja disebabkan :<br />
a. Internal yang meliputi : inteligensia, usia, jenis kelamin dan kedudukan anak dalam keluarga.<br />
b. Eksternal yang meliputi : lingkungan rumah tangga, lingkungan pendidikan dan sekolah, pergaulan anak dan media massa.<br />
Secara sosiologis, kenakalan remaja dapat ditandai gejalanya sebagai berikut :<br />
a. Persoalan sense of value yang kurang ditanamkan oleh orang tua.<br />
b. Timbulnya organisasi-organisasi non formal yang berperilaku menyimpang sehingga tidak disukai masyarakat.<br />
c. Timbulnya usaha untuk mengubah keadaan yang disesuaikan dengan youth values.<br />
Secara umum kenakalan remaja disebabkan oleh :<br />
a. disfungsi keluarga dalam arti hubungan antar anggota keluarganya kurang harmonis atau mengalami keretakan.<br />
b. kurangnya pendidikan agama dan moral.<br />
c. seringnya melihat kekerasan baik melalui masyarakat atau kekerasan dalam bentuk kerusuhan<br />
d. lingkungan pergaulan yang senang melakukan tindakan kenakalan.<br />
e. kurang berprestasinya di sekolah dan masyarakat baik intelektual maupun kemampuan terbatas.<br />
Remaja yang memiliki peran strategis pada masa mendatang, perlu diarahkan dan didampingi selama masa pertumbuhannya. Adanya kenakalan remaja, perlu disusun upaya penanggulangan secara berkesinambungan.<br />
a. tindakan preventif<br />
Tindakan preventif dilakukan dengan koordinasi yang jelas dan kebersamaan yang sungguh-sungguh antara orang tua, pendidik di sekolah, warga masyarakat, termasuk Polri, jaksa dan hakim. Hal ini ditujukan untuk menekan perkembangan bentuk kenakalan remaja yang merupakan beih awal tindak kejahatan<br />
b. meningkatkan pemenuhan kebutuhan remaja<br />
c. mengatur pemenuhan kebutuhan remaja agar tidak ada kesan terlalu dimanjakan.<br />
d. penyuluhan yang berkaitan dengan perkembangan usia remaja, bentuk perilaku dan latar belakang remaja, dan penyebab dan akibat kenakalan remaja.<br />
e. sensor film yang lebih tegas sesuai dengan budaya timur.<br />
5. Prostitusi<br />
Prostitusi atau pelacuran merupakan suatu pekerjaan yang bersifat menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan seksual dengan mendapatkan imbalan. Sebab timbulnya prostitusi dibedakan atas :<br />
a. Sebab intern (dalam) : hasrat seksual yang tinggi, sifat malas, keinginan besar untuk hidup mewah (hedonisme).<br />
b. Sebab ekstern (luar) : faktor ekonomi, urbanisasi yang tidak teratur, dan adanya kebutuhan yang tidak terlaksana.<br />
Sebenarnya tindakan prostitusi adalah tindakan yang dilarang norma sosial dan norma agama. Hal ini disebabkan tindakan tersebut jelas banyak pengaruh buruknya yaitu :<br />
a. menurunkan harkat dan martabat manusia<br />
b. dapat terserang penyakit kelamin<br />
c. dapat tertular penyakit hilangnya kekebalan tubuh (HIV atau AIDS)<br />
d. merusak moral<br />
e. bagi yang sudah berkeluarga, akan menyebabkan keretakan berkeluarga<br />
f. pemborosan secara ekonomi<br />
g. kepercayaan diri (self confidence) menurun<br />
h. memudahkan terjerumus pada penggunaan narkoba<br />
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikemukakan adanya beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk menanggulangi gejala disorganisasi sosial yaitu :<br />
1. Norma dan nilai sosial dalam masyarakat difungsikan lagi sebagai pegangan hidup bersama seperti semula<br />
2. Kebutuhan para anggota kelompok dipenuhi melalui kelompok masyarakat masing-masing.<br />
3. Norma yang sudah tidak mantap lagi sebagai pedoman hidup kelompok perlu diganti sesuai dengan kebutuhan jaman<br />
4. Tindakan yang tegas kepada setiap anggota masyarakat yang diketahui melanggar norma dengan sanksi dan hukuman<br />
5. Diberantasnya tempat atau sarang yang dianggap sebagai tempat pelanggaran norma<br />
6. Dibangkitkannya lagi rasa kepercayaan anggota kelompok masyarakat agar terwujud masyarakat yang bersatu<br />
7. Terwujudnya masyarakat madani harus diberi keteladanan dari tokoh masyarakat dan tokoh politik.<br />
Dengan adanya disintegrasi sosial, pola kehidupan masyarakat mengalami kurang serasi atau kekacauan, misal kurang adanya tertib sosial (sosial order) dan banyak pelanggaran hukum. Hal ini pada akhirnya akan menciptakan situasi krisis yaitu social disorder. Dalam suasana ini pengambil keputusan harus cepat mengambil langkah untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Jika tidak berhasil, maka akan tercipta situasi sosial berupa disintegrasi </p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/uncategorized/'>BAHAN AJR K.12</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=132&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/09/26/dampak-perubahan-sosial-dalam-kehidupan-bermasyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laporan Penelitian</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/09/26/laporan-penelitian/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/09/26/laporan-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 07:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah penelitian perlu dipublikasikan, sebelum kita melakukan Publikasi tenti kita perlu melakukan pelaporan hasil penelitian tersebut pada pihak yang ,meminta kita melakukan penelitian untuk itu, disini akan kami berikan beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kita menyusun sebuah laporan hasil penelitia itu. Power Point Sosiologi Filed under: BAHAN AJR K.12<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=129&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah penelitian perlu dipublikasikan, sebelum kita melakukan Publikasi tenti kita perlu melakukan pelaporan hasil penelitian tersebut pada pihak yang ,meminta kita melakukan penelitian untuk itu, disini akan kami berikan beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kita menyusun sebuah laporan hasil penelitia itu.<br />
<a href='http://socius3.files.wordpress.com/2011/09/power-point-sosiologi.ppt'>Power Point Sosiologi</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/uncategorized/'>BAHAN AJR K.12</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=129&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/09/26/laporan-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT  (bagian 1)</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/09/24/perubahan-sosial-budaya-dalam-masyarakat/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/09/24/perubahan-sosial-budaya-dalam-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 07:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[Standar kompetensi : 1. Memahami dampak perubahan sosial Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat Indikator : 1.1.1. Mendeskripsikan perubahan sosial 1.1.2. Menjelaskan ciri – ciri perubahan sosial 1.1.3. Mengklsifikasikan bentuk bentuk perubahan sosial Kriteria Ketuntasan Minimal : 70 &#160; A. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat Perubahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=118&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Standar kompetensi : 1. Memahami dampak perubahan sosial</p>
<p>Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan proses perubahan sosial di<br />
masyarakat</p>
<p>Indikator : 1.1.1. Mendeskripsikan perubahan sosial<br />
1.1.2. Menjelaskan ciri – ciri perubahan<br />
sosial<br />
1.1.3. Mengklsifikasikan bentuk bentuk<br />
perubahan sosial</p>
<p>Kriteria Ketuntasan Minimal : 70</p>
<p>&nbsp;<br />
A. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya<br />
Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat<br />
Perubahan Kecil dan Perubahan Besar<br />
Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan<br />
perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan</p>
<p>B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya<br />
Faktor-Faktor Pendorong Perubahan<br />
Faktor-Faktor Penghambat Perubahan<br />
C. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial<br />
Budaya<br />
D. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya</p>
<p>A. Pengertian Perubahan Sosial<br />
Perubahan Sosial adalah suatu keadaan dimana tidak terjadinya penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan pola yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan<br />
Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.<br />
Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.<br />
berikut ini akan disajikan pendapat para ahli tentang pengertian Perubahan sosial.<br />
• Selo Soemardjan menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.<br />
• Kingsley Davis menyatakan bahwa perubahan sosiasl adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.<br />
• John Lewis Gillin dan John Philip Gillin melihat perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.<br />
• Mac Iver melihat perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (sosial relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.<br />
• Wilbert Moore mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan penting dari pola-pola perilaku dan interaksi sosial.<br />
• Robert H. Lauer mendefiniskan perubahan sosial sebagai perubahan dalam segi fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia.</p>
<p>B. Teori-teori Perubahan Sosial</p>
<p>B. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya<br />
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.<br />
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat<br />
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks.<br />
perubahan sosial lambat (Evolusi)<br />
Perubahan secara lambat memerlukan waktu yang lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Proses perubahan seperti ini dinamakan evolusi. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Masyakat hanya berusaha menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Ada beberapa teori tentang evolusi antara lain :<br />
û teori perubahan uniliner<br />
Unilinear Theories of Evolutions , Teori ini berpendapat bahwa manusia dan masyarakat termasuk kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks dan akhirnya sampai ke tahap yang sempurna. Pelopor teori ini antara lain adalah August Comte dan Herbert Spencer . Suatu variasi dari teori tersebut adalah cyclical Theories yang dipelopori oelh Vilfredo Pareto . Pareto berpendapat bahwa masyarakat dan kebudayaannya mempunyai tahap-tahap perkembangan yang membentuk lingkaran, dimana suatu tahap tertentu dapat dilalui secara berulang-ulang.</p>
<p><strong> teori perubahan universal</strong></p>
<p><span id="more-118"></span><br />
Universal Theory of Evolution. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut Herbert Spencer prinsip teori ini adalah bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen, baik sifat maupun susunannya.</p>
<p>û teori perubahan multilinier<br />
Multilined Theories of Evolution . Teori ini lebih menekankan pada penelitian penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, mengadakan penelitian tentang pengaruh perubahan sistem mata pencaharian dari sistem berburu ke sistem pertanian terhadap sistem kekeluargaan dalam sebuah masyarakat.<br />
Menurut Lauer, terdapat dua teori perubahan sosial, yaitu:<br />
peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir. Ketiga sistem kebudayaan tersebut adalah sebagai berikut :<br />
• Kebudayaan ideasional<br />
Kebudayaan ini didasari oleh nilai-nilai dan kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supernatural).<br />
• Kebudayaan idealistis<br />
Kebudayaan ini berisi kepercayaan terhadap unsur adikodrati dan rasionalitas berdasarkan fakta saling bergabung dalam menciptakan masyarakat yang ideal.<br />
• Kebudayaan sensasi<br />
Dalam kebudayaan ini, sensasi merupakan tolok ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.</p>
<p>Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi.<br />
a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.<br />
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.<br />
c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.<br />
d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.<br />
e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi.<br />
Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.<br />
2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar<br />
Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.<br />
3. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan</p>
<p>Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.<br />
Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.</p>
<p>C. faktor -faktor Perubahan Sosial<br />
Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.<br />
I . Faktor yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)<br />
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern)<br />
a) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.<br />
b) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).<br />
c) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.<br />
d) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.<br />
2. Faktor yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)<br />
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.<br />
a) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya.<br />
b) Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.<br />
c) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.</p>
<p>D. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya<br />
1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan<br />
a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain</p>
<p>Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.<br />
b Sistem Pendidikan Formal yang Maju<br />
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak.<br />
c . Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain<br />
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.<br />
d . Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang<br />
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.<br />
e . Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification )<br />
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.<br />
f . Heterogenitas Penduduk</p>
<p>Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.<br />
g . Orientasi ke Masa Depan<br />
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.<br />
h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu<br />
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.<br />
i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya<br />
Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.<br />
2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan<br />
a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain<br />
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.<br />
b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan<br />
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah).<br />
c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional</p>
<p>Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).<br />
d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan<br />
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.<br />
e . Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest)<br />
Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan.<br />
f . Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)</p>
<p>Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain, misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.<br />
g . Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis<br />
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi<br />
masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.<br />
h. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar</p>
<p>Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan.<br />
i . Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya<br />
Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia.</p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/uncategorized/'>BAHAN AJR K.12</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=118&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/09/24/perubahan-sosial-budaya-dalam-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOBILITAS SOSIAL</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2011/09/24/mobilitas-sosial/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2011/09/24/mobilitas-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 07:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUANG GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/2007/07/19/mobilitas-sosial/</guid>
		<description><![CDATA[Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. &#160; Pengertian Definisi Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=5&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tr>
<td style="padding:.75pt;">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Pengertian</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Definisi" name="Definisi"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Definisi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. namun, ia gagal dan jatuh miskin. Proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial seperti inilah yang disebut <strong>mobilitas sosial</strong> (<em>social mobility</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Menurut <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Paul_B._Horton&amp;action=edit" title="Paul B. Horton"><span style="color:blue;">Paul B. Horton</span></a>, mobilitas sosial adalah <em>suatu gerak perpindahan dari satu <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelas_sosial&amp;action=edit" title="Kelas sosial"><span style="color:blue;">kelas sosial</span></a> ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Strata_sosial&amp;action=edit" title="Strata sosial"><span style="color:blue;">strata</span></a> yang satu ke strata yang lainnya</em>. Sementara menurut <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kimball_Young&amp;action=edit" title="Kimball Young"><span style="color:blue;">Kimball Young</span></a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raymond_W._Mack&amp;action=edit" title="Raymond W. Mack"><span style="color:blue;">Raymond W. Mack</span></a>, <em>mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Struktur_sosial&amp;action=edit" title="Struktur sosial"><span style="color:blue;">struktur sosial</span></a> yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial" title="Kelompok sosial"><span style="color:blue;">kelompok sosial</span></a>.</em> Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individu&amp;action=edit" title="Individu"><span style="color:blue;">individu</span></a> dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelas_sosial_tertutup&amp;action=edit" title="Kelas sosial tertutup"><span style="color:blue;">kelas sosial tertutup</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya, <em>masyarakat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Feodal" title="Feodal"><span style="color:blue;">feodal</span></a></em> atau pada masyarakat yang menganut sistem <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasta" title="Kasta"><span style="color:blue;">kasta</span></a>. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span id="more-5"></span><a title="Cara_untuk_melakukan_mobilitas_sosial" name="Cara_untuk_melakukan_mobilitas_sosial"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Cara untuk melakukan mobilitas sosial</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Secara umum, cara orang untuk dapat melakukan mobilitas sosial ke atas adalah sebagai berikut :</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perubahan standar hidup</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan mereflesikan suatu standar hidup yang lebih tinggi. Ini akan mempengaruhi peningkatan status.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Menejer, sehingga tingkat pendapatannya naik. Status sosialnya di masyarakat tidak dapat dikatakan naik apabila ia tidak merubah standar hidupnya, misalnya jika dia memutuskan untuk tetap hidup sederhana seperti ketika ia menjadi pegawai rendahan.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perkawinan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perkawinan" title="Perkawinan"><span style="color:blue;">perkawinan</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya. Perkawinan ini dapat menaikan status si wanita tersebut.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perubahan tempat tinggal</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal dari tempat tinggal yang lama ke tempat tinggal yang baru. Atau dengan cara merekonstruksi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan disebut sebagai <em>orang kaya</em> oleh masyarakat, hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perubahan tingkah laku</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, orang berusaha menaikkan status sosialnya dan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, minat, dan sebagainya. Dia merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas, ia selalu mengenakan pakaian yang bagus-bagus. Jika bertemu dengan kelompoknya, dia berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah asing.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perubahan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nama" title="Nama"><span style="color:blue;">nama</span></a></span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dalam suatu masyarakat, sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Di kalangan masyarakat feodal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa" title="Jawa"><span style="color:blue;">Jawa</span></a>, seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan &#8220;kang&#8221; di depan nama aslinya. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan dan namanya berubah sesau dengan kedudukannya yang baru seperti &#8220;Raden&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Faktor_penghambat_mobilitas_sosial" name="Faktor_penghambat_mobilitas_sosial"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Faktor penghambat mobilitas sosial</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Ada beberapa faktor penting yang justru menghambat mobilitas sosial. Faktor-faktor penghambat itu antara lain sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mandela_minus_Clinton.jpg"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;color:blue;text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME%7E1/GURUCY%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" border="0" height="11" width="15" /></span><!--[endif]--></span></a><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perbedaan kelas rasial</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">, seperti yang terjadi di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Selatan" title="Afrika Selatan"><span style="color:blue;">Afrika Selatan</span></a> di masa lalu, dimana ras      berkulit putih berkuasa dan tidak memberi kesempatan kepada mereka yang      berkulit hitam untuk dapat duduk bersama-sama di pemerintahan sebagai      penguasa. Sistem ini disebut Apharteid dan dianggap berakhir ketika <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nelson_Mandela" title="Nelson Mandela"><span style="color:blue;">Nelson Mandela</span></a>, seorang kulit hitam,      terpilih menjadi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden"><span style="color:blue;">presiden</span></a> Afrika Selatan</span></li>
</ul>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Nelson Mandela, pejuang persamaan hak kulit hitam di Afrika selatan</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Agama</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">,      seperti yang terjadi di India yang menggunakan sistem <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasta" title="Kasta"><span style="color:blue;">kasta</span></a>.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Diskriminasi Kelas</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">      dalam sistem kelas terbuka dapat menghalangi mobilitas ke atas. Hal ini      terbukti dengan adanya pembatasan suatu organisasi tertentu dengan      berbagai syarat dan ketentuan, sehingga hanya sedikit orang yang mampu      mendapatkannya.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: jumlah anggota <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/DPR" title="DPR"><span style="color:blue;">DPR</span></a> yag dibatasi hanya 500 orang, sehingga hanya 500 orang yang mendapat kesempatan untuk menaikan status sosialnya menjadi anggota DPR.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Kemiskinan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">      dapat membatasi kesempatan bagi seseorang untuk berkembang dan mencapai      suatu sosial tertentu.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: &#8220;A&#8221; memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahnya karena kedua orangtuanya tidak bisa membiayai, sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan status sosialnya.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perbedaan jenis kelamin</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> dalam masyarakat juga berpengaruh terhadap prestasi,      kekuasaan, status sosial, dan kesempatan-kesenmpatan untuk meningkatkan      status sosialya.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Beberapa_bentuk_mobilitas_sosial" name="Beberapa_bentuk_mobilitas_sosial"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Beberapa bentuk mobilitas sosial</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Mobilitas_sosial_horizontal" name="Mobilitas_sosial_horizontal"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial horizontal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau obyek-obyek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang dalam mobilitas sosialnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Pak Amir seorang warga negara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"><span style="color:blue;">Amerika Serikat</span></a>, mengganti kewarganegaraannya dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan" title="Kewarganegaraan"><span style="color:blue;">kewarganegaraan</span></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia"><span style="color:blue;">Indonesia</span></a>, dalam hal ini mobilitas sosial Pak Amir disebut dengan Mobilitas sosial horizontal karena <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gerak_sosial&amp;action=edit" title="Gerak sosial"><span style="color:blue;">gerak sosial</span></a> yang dilakukan Pak Amir tidak merubah <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Status_sosial&amp;action=edit" title="Status sosial"><span style="color:blue;">status sosialnya</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Mobilitas_sosial_vertikal" name="Mobilitas_sosial_vertikal"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial vertikal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, mobilitas sosial vertikal dapat dibagi menjadi dua, mobilitas vertikal ke atas (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal ke bawah (social sinking).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Mobilitas_vertikal_ke_atas_.28Social_cli" name="Mobilitas_vertikal_ke_atas_.28Social_cli"></a><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas vertikal ke atas (<em>Social climbing</em>)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas vertikal ke atas atau social climbing mempunyai dua bentuk yang utama</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan      rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut      telah ada sebelumnya.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: A adalah seorang guru sejarah di salah satu SMA. Karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Membentuk kelompok baru</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">. Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu      untuk meningkatkan status sosialnya, misalnya dengan mengangkat diri      menjadi ketua organisasi.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Pembentukan organisasi baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Mobilitas_vertikal_ke_bawah_.28Social_si" name="Mobilitas_vertikal_ke_bawah_.28Social_si"></a><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas vertikal ke bawah (<em>Social sinking</em>)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas vertikal ke bawah mempunyai dua bentuk utama.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Turunnya kedudukan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">.      Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tidakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Turunnya derajat kelompok</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">. Derajat sekelompok individu menjadi turun yang berupa      disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Juventus terdegradasi ke seri B. akibatnya, status sosial tim pun turun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Mobilitas_antargenerasi" name="Mobilitas_antargenerasi"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas antargenerasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas antargenerasi</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> secara umum berarti mobilitas dua generasi atau lebih, misalnya generasi ayah-ibu, generasi anak, generasi cucu, dan seterusnya. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik atau turun dalam suatu generasi. Penekanannya bukan pada perkembangan keturunan itu sendiri, melainkan pada <strong>perpindahan status sosial suatu generasi ke generasi lainnya.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Pak Parjo adalah seorang tukang becak. Ia hanya menamatkan pendidikannya hingga sekolah dasar, tetapi ia berhasil mendidik anaknya menjadi seorang pengacara. Contoh ini menunjukkan telah terjadi mobilitas vertikal antargenerasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Mobilitas_intragenerasi" name="Mobilitas_intragenerasi"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas intragenerasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas intragenerasi adalah mobilitas yang terjadi di dalam satu kelompok generasi yang sama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Pak Darjo adalah seorang buruh. Ia memiliki anak yang bernama Endra yang menjadi tukang becak. Kemudian istrinya melahirkan anak ke-2 yang diberi nama Ricky yang awalnya menjadi tukang becak juga. tetapi Ricky lebih beruntung sehingga ia bisa mengubah statusnya menjadi seorang pengusaha sementara Endra tetap menjadi tukang becak. Perbedaan status sosial antara Endra dengan adiknya di sebut Mobilitas Antargenerasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Gerak_sosial_geografis" name="Gerak_sosial_geografis"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Gerak sosial geografis</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Gerak sosial ini adalah perpindahan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Individu&amp;action=edit" title="Individu"><span style="color:blue;">individu</span></a> atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain seperti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transmigrasi" title="Transmigrasi"><span style="color:blue;">transmigrasi</span></a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi" title="Urbanisasi"><span style="color:blue;">urbanisasi</span></a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Migrasi" title="Migrasi"><span style="color:blue;">migrasi</span></a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Faktor-faktor_yang_mempengaruhi_mobilita" name="Faktor-faktor_yang_mempengaruhi_mobilita"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perubahan kondisi sosial</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Struktur <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasta" title="Kasta"><span style="color:blue;">kasta</span></a> dan kelas dapat berubah dengan sendirinya karena adanya perubahan dari dalam dan dari luar <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat" title="Masyarakat"><span style="color:blue;">masyarakat</span></a>. Misalnya, kemajuan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi" title="Teknologi"><span style="color:blue;">teknologi</span></a> membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas. Perubahan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi" title="Ideologi"><span style="color:blue;">ideologi</span></a> dapat menimbilkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial" title="Stratifikasi sosial"><span style="color:blue;">stratifikasi</span></a> baru.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Ekspansi <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teritorial&amp;action=edit" title="Teritorial"><span style="color:blue;">teritorial</span></a> dan gerak      populasi</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Ekspansi teritorial dan perpindahan penduduk yang cepat membuktikan cirti fleksibilitas struktur stratifikasi dan mobilitas sosial. Misalnya, perkembangan kota, transmigrasi, bertambah dan berkurangnya penduduk.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Komunikasi yang bebas</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Situasi-situasi yang membatasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi" title="Komunikasi"><span style="color:blue;">komunikasi</span></a> antarstrata yang beraneka ragam memperkokoh garis pembatas di antara strata yang ada dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka dan akan mengahalangi mobilitas sosial. Sebaliknya, pendidikan dan komunikasi yang bebas sertea efektif akan memudarkan semua batas garis dari strata sosial uang ada dan merangsang mobilitas sekaligus menerobos rintangan yang menghadang.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Pembagian kerja</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Besarnya kemungkinan bagi terjadinya mobilitas dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. Jika tingkat pembagian kerja tinggi dan sangat dispeliasisasikan, maka mobilitas akan menjadi lemah dan menyulitkan orang bergerak dari satu strata ke strata yang lain karena spesialisasi pekerjaan nmenuntut keterampilan khusus. Kondisi ini memacu anggota masyarakatnya untuk lebih kuat berusaha agar dapat menempati status tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Saluran-saluran_mobilitas_sosial" name="Saluran-saluran_mobilitas_sosial"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Saluran-saluran mobilitas sosial</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Angkatan bersenjata</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:NRA_march.jpg"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;color:blue;text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME%7E1/GURUCY%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" alt="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" border="0" height="11" width="15" /></span><!--[endif]--></span></a><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Angkatan bersenjata merupakan salah satu saluran mobilitas sosial</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Angkatan bersenjata merupakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi" title="Organisasi"><span style="color:blue;">organisasi</span></a> yang dapat digunakan untuk saluran mobilitas vertikal ke atas melalui tahapan yang disebut kenaikan pangkat. Misalnya, seorang prajurit yang berjasa pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara" title="Negara"><span style="color:blue;">negara</span></a> karena menyelamatkan negara dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemberontakan" title="Pemberontakan"><span style="color:blue;">pemberontakan</span></a>, ia akan mendapatkan penghargaan dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat" title="Masyarakat"><span style="color:blue;">masyarakat</span></a>. Dia mungkin dapat diberikan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pangkat&amp;action=edit" title="Pangkat"><span style="color:blue;">pangkat</span></a>/kedudukan yang lebih tinggi, walaupun berasal dari golongan masyarakat rendah.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Lembaga-lembaga keagamaan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Lembaga-lembaga keagamaan dapat mengangkat status sosial seseorang, misalnya yang berjasa dalam perkembangan Agama seperti <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ustad&amp;action=edit" title="Ustad"><span style="color:blue;">ustad</span></a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendeta" title="Pendeta"><span style="color:blue;">pendeta</span></a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biksu" title="Biksu"><span style="color:blue;">biksu</span></a> dan lain lain.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Lembaga pendidikan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai <em>social elevator</em> (perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Seorang anak dari keluarga miskin mengenyam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah" title="Sekolah"><span style="color:blue;">sekolah</span></a> sampai jenjang yang tinggi. Setelah lulus ia memiliki pengetahuan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dagang&amp;action=edit" title="Dagang"><span style="color:blue;">dagang</span></a> dan menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha, sehingga ia berhasil menjadi pedagang yang kaya, yang secara otomatis telah meningkatkan status sosialnya.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Organisasi politik</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Seperti angkatan bersenjata, organisasi politik memungkinkan anggotanya yang loyal dan berdedikasi tinggi untuk menempati jabatan yang lebih tinggi, sehingga status sosialnya meningkat.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Organisasi ekonomi</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Organisasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi" title="Ekonomi"><span style="color:blue;">ekonomi</span></a> (seperti perusahaan, koperasi, BUMN dan lain-lain) dapat meningkatkan tingkat pendapatan seseorang. Semakin besar prestasinya, maka semakin besar jabatannya. Karena jabatannya tinggi akibatnya pendapatannya bertambah. Karena pendapatannya bertambah akibatnya kekayaannya bertambah. Dan karena kekayaannya bertambah akibatnya status sosialnya di masyarakat meningkat.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Organisasi keahlian</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Seperti di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia" title="Wikipedia"><span style="color:blue;">wikipedia</span></a> ini, orang yang rajin menulis dan menyumbangkan pengetahuan/keahliannya kepada kelompok pasti statusnya akan dianggap lebih tinggi daripada pengguna biasa.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Perkawinan</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Sebuah perkawinan dapat menaikkan status seseorang. Seorang yang menikah dengan orang yang memiliki status terpandang akan dihormati karena pengaruh pasangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Dampak_mobilitas_sosial" name="Dampak_mobilitas_sosial"></a><strong><span style="font-size:18pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dampak mobilitas sosial</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Gejala naik turunnya status sosial tentu memberikan konsekuensi-konsekuensi tertentu terhadap struktur sosial masyarakat. Konsekuensi-konsekuensi itu kemudian mendatangkan berbagai reaksi. Reaksi ini dapat berbentuk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik" title="Konflik"><span style="color:blue;">konflik</span></a>. Ada berbagai macam konflik yang bisa muncul dalam masyarakat sebagai akibat terjadinya mobilitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Dampak_negatif" name="Dampak_negatif"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dampak negatif</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Konflik antarkelas</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat" title="Masyarakat"><span style="color:blue;">masyarakat</span></a>, terdapat <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lapisan_sosial&amp;action=edit" title="Lapisan sosial"><span style="color:blue;">lapisan-lapisan sosial</span></a> karena ukuran-ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan. Kelompok dalam lapisan-lapisan tadi disebut <strong><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kelas_sosial&amp;action=edit" title="Kelas sosial"><span style="color:blue;">kelas sosial</span></a></strong>. Apabila terjadi perbedaan kepentingan antara kelas-kelas sosial yang ada di masyarakat dalam mobilitas sosial maka akan muncul konflik antarkelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: demonstrasi buruh yang menuntuk kenaikan upah, menggambarkan konflik antara kelas buruh dengan pengusaha.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Konflik antarkelompok sosial</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Di dalam masyatakat terdapat pula kelompok sosial yang beraneka ragam. Di antaranya kelompok sosial berdasarkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi" title="Ideologi"><span style="color:blue;">ideologi</span></a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Profesi" title="Profesi"><span style="color:blue;">profesi</span></a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama" title="Agama"><span style="color:blue;">agama</span></a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suku" title="Suku"><span style="color:blue;">suku</span></a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras" title="Ras"><span style="color:blue;">ras</span></a>. Bila salah satu kelompok berusaha untuk menguasai kelompok lain atau terjadi pemaksaan, maka timbul konflik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: tawuran pelajar, perang antarkampung.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Konflik antargenerasi</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Konflik antar generasi terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai-nilai lama dan generasi mudah yang ingin mengadakan perubahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Pergaulan bebas yang saat ini banyak dilakukan kaum muda di Indonesia sangat bertentangan dengan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nilai_%28sosial%29&amp;action=edit" title="Nilai (sosial)"><span style="color:blue;">nilai</span></a>-nilai yang dianut generasi tua.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Penyesuaian kembali</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Setiap <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik" title="Konflik"><span style="color:blue;">konflik</span></a> pada dasarnya ingin menguasai atau mengalahkan lawan. Bagi pihak-pihak yang berkonflik bila menyadari bahwa konflik itu lebih banyak merugikan kelompoknya, maka akan timbul penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa toleransi atau rasa penyesuaian kembali yang didasari oleh adanya rasa <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toleransi&amp;action=edit" title="Toleransi"><span style="color:blue;">toleransi</span></a> atau rasa saling menghargai. Penyesuaian semacam ini disebut <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akomodasi" title="Akomodasi"><span style="color:blue;">Akomodasi</span></a></strong>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><a title="Dampak_positif" name="Dampak_positif"></a><strong><span style="font-size:13.5pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Dampak positif</span></strong></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Orang-orang akan berusaha untuk berprestasi</span></strong><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;"> atau berusaha untuk maju karena adanya kesempatan      untuk pindah strata. Kesempatan ini mendorong orang untuk mau bersaing,      dan bekerja keras agar dapat naik ke strata atas.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Seorang anak miskin berusaha belajar dengan giat agar mendapatkan kekayaan dimasa depan.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Mobilitas sosial akan lebih <strong>mempercepat tingkat      perubahan sosial masyarakat</strong> ke arah yang lebih baik.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman',serif;">Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agraris" title="Agraris"><span style="color:blue;">agraris</span></a> ke <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Masyarakat_industri&amp;action=edit" title="Masyarakat industri"><span style="color:blue;">masyarakat industri</span></a>. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan"><span style="color:blue;">pendidikan</span></a>.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://socius3.wordpress.com/category/ruang-guru/'>RUANG GURU</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=5&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2011/09/24/mobilitas-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/GURUCY%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/GURUCY%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2009/02/23/langkah-langkah-penelitian/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2009/02/23/langkah-langkah-penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 05:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Untuk memulai sebuah penelitian kita perlu mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang perlu diperhatikan ,hal ini penting supaya kita dapat meminimalisir hambatan atau kendala yang mungkin akan kita hadapi dalam menyusun laporan penelitian tersebut untuk lebih lengkapnya silahkan kalian klik URL berikut Posted in BAHAN AJR K.12<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=99&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk memulai sebuah penelitian kita perlu mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang perlu diperhatikan ,hal ini penting supaya kita dapat meminimalisir hambatan atau kendala yang mungkin akan kita hadapi dalam menyusun laporan penelitian tersebut untuk lebih lengkapnya silahkan kalian <a href="https://www.box.net/shared/eg10v2o50o">klik URL berikut</a></p>
<br />Posted in BAHAN AJR K.12  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=99&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2009/02/23/langkah-langkah-penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips n Trick nggak Bolos Sekolah</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2009/02/05/tips-n-trick-nggak-bolos-sekolah/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2009/02/05/tips-n-trick-nggak-bolos-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 09:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[RUANG GURU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Bosan dengan sekolah yang gitu gitu aja? Hari di mana pelajaran yang memuakkan tapi lo harus masuk? terjebak dalam kelas tetapi pengen cabut ? ini solusinya! (tapi lo harus punya keberanian! jangan jadi pengecut. hahaha) - Bolos tanpa hadir di sekolah 1. Baca bismillah dulu 2. Supaya lo ga ngantuk pas mau mabal , bilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=92&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><img class="alignleft size-full wp-image-93" title="pict-12thumb2" src="http://socius3.files.wordpress.com/2009/02/pict-12thumb2.jpg?w=189&#038;h=142" alt="pict-12thumb2" width="189" height="142" />Bosan dengan sekolah yang gitu gitu aja? Hari di mana pelajaran yang memuakkan tapi lo harus masuk? terjebak dalam kelas tetapi pengen cabut ?</span></p>
<p>ini solusinya! (tapi lo harus punya keberanian! jangan jadi pengecut. hahaha)</p>
<p>- Bolos tanpa hadir di sekolah<br />
1. Baca bismillah dulu<br />
2. Supaya lo ga ngantuk pas mau mabal , bilang ke ortu di sekolah ada rapat</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> dan masuknya jam 9 atau jam 10<br />
3. Jam stengah 9 lo harus udah keluar dari rumah buat menghindari </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> kecurigaan   ortu lu<br />
4. Cabut deh ma temen ato sama pacar (yah kalo mau menyendiri juga </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> silahkan)<br />
5. Jangan lupa bawa baju bebas di tas , Bawa uang yang cukup, oh ya titip </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> absen ma temen bilang aja sakit ato izin kalo ada guru yang nanya<br />
6. Berdoalah biar lo ga ketauan</span></p>
<p>- Bolos dari pelajaran memuakkan<br />
1. Baca Bismillah<br />
2. Usahakan yang kamu tinggalkan itu guru yang ga banget / guru yang tua<br />
3. Bilang aja ke WC sama guru (jangan lupa ajak temen)<br />
4. Tujuan selanjutnya kalo ga kantin ya WC buat nongkrong/ngeroko ma</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> temen sampe <span> </span></span><span lang="SV">bel pergantian pelajaran buny<span>i</span><br />
5. Beres , balik ke kelas</span></p>
<p>- Bolos dari sekolah<br />
Rada susah yang ini mah</p>
<p>1. Seperti biasa, baca Bismillah<br />
2. Siapin motor ato kendaraan di luar sekolah jangan parkir di dalem sekolah<br />
3. Pas pergantian pelajaran bawa tas (ajak temen), ngumpet dulu di kantin, wc</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> ato tempat <span> </span></span><span lang="SV">yang ga ketauan siapa siapa (guru)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span><br />
4. Liat situasi dan kondisi<br />
5. Lempar tas keluar dari pager , kalo bisa lu udah calling2an ma mamang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> mamang </span><span lang="SV">jualan di luar buat jagain tas lo</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span><br />
6. Pura pura keluar buat print ato foto kopi padahal lu udah siapin tas di luar<br />
7. Dengan sedikit berbohong dan keberanian, lu pasti bisa cabut dari sekolah<br />
8. Lets go deh kemanapun lo suka . haha</span></p>
<p>Oke, sekian. semoga bermanfaat</p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">
<br />Posted in RUANG GURU  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=92&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2009/02/05/tips-n-trick-nggak-bolos-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://socius3.files.wordpress.com/2009/02/pict-12thumb2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pict-12thumb2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>METODE PENELITIAN dan PENULISAN ILMIAH</title>
		<link>http://socius3.wordpress.com/2009/01/16/metode-penelitian-sosial/</link>
		<comments>http://socius3.wordpress.com/2009/01/16/metode-penelitian-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 11:07:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BAHAN AJR K.12]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://socius3.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Posted in BAHAN AJR K.12<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=82&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soil.faperta.ugm.ac.id/tj/1991/1992%20meto.pdf"><img src="http://img160.imageshack.us/img160/4092/63586176bt8.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://g.imageshack.us/img160/63586176bt8.jpg/1/"><img src="http://img160.imageshack.us/img160/63586176bt8.jpg/1/w642.png" border="0" alt="" /></a></p>
<br />Posted in BAHAN AJR K.12  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/socius3.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/socius3.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=socius3.wordpress.com&amp;blog=1942103&amp;post=82&amp;subd=socius3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://socius3.wordpress.com/2009/01/16/metode-penelitian-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4d8071dafa66f403cea8a95712f51e5c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img160.imageshack.us/img160/4092/63586176bt8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img160.imageshack.us/img160/63586176bt8.jpg/1/w642.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
