PMR in Actions part 3

Maret 8, 2008 at 3:24 pm | In GALLERY | Leave a Comment

Konsep Dasar Sosiologi Simmel Serta Max Weber

Maret 7, 2008 at 7:34 am | In RUANG GURU | 3 Comments

Max Weber adalah seorang sosiolog besar yang ahli kebudayaan, politik, hukum, dan ekonomi. Ia dikenal sebagai seorang ilmuwan yang sangat produktif. Makalah-makalahnya dimuat di berbagai majalah, bahkan ia menulis beberapa buku. The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1904) merupakan salah satu bukunya yang terkenal. Dalam buku tersebut dikemukakan tesisnya yang sangat terkenal, yaitu mengenai kaitan antara Etika Protestan dengan munculnya Kapitalisme di Eropa Barat.

Sejak Weber memperkenalkannya pada tahun 1905 tesis yang memperlihatkan kemungkinan adanya hubungan antara ajaran agama dengan perilaku ekonomi, sampai sekarang masih merangsang berbagai perdebatan dan penelitian empiris. Tesisnya dipertentangkan dengan teori Karl Marx tentang kapitalisme, demikian pula dasar asumsinya dipersoalkan, kemudian ketepatan interpretasi sejarahnya juga digugat. Samuelson, ahli sejarah ekonomi Swedia, tanpa segan-segan menolak dengan keras keseluruhan tesis Weber. Dikatakannya dari penelitian sejarah tak bisa ditemukan dukungan untuk teori Weber tentang kesejajaran doktrin Protestanisme dengan kapitalisme dan konsep tentang korelasi antara agama dan tingkah laku ekonomis. Hampir semua bukti membantahnya.

Continue reading Konsep Dasar Sosiologi Simmel Serta Max Weber…

PMR in Actions part 2

Maret 6, 2008 at 3:24 pm | In GALLERY | Leave a Comment

Komunikasi Massa

Maret 5, 2008 at 7:39 am | In RUANG GURU | 2 Comments

Pengertian Komunikasi dan Komunikasi Massa

Setiap masyarakat membutuhkan sarana dan tata cara dalam berkomunikasi. Untuk memenuhi kebutuhan berinteraksi yang bersifat antarpribadi, dipenuhi melalui kegiatan komunikasi interpersonal atau antarpribadi. Sedangkan kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak, dipenuhi melalui aktivitas komunikasi massa.

Dengan demikian komunikasi menjadi unsur penting dalam berlangsungnya kehidupan suatu masyarakat. Selain merupakan kebutuhan, aktivitas komunikais sekaligus merupakan unsur pembentuk suatu masyarakat. Sebab tidak mungkin manusia hidup di suatu lingkungan tanpa berkomunikais satu sama lain.
Proses dan Model Komunikasi Massa

Yang diartikan sebagai komunikasi massa adalah proses penyampaian informasi kepada khalayak massa dengan menggunakan saluran-saluran media massa. Jadi komunikasi massa tidak sama dengan media massa. Media massa hanyalah salah satu faktor yang membentuk proses komunikasi massa tersebut, yaitu sebagai alat atau saluran.

Komunikasi massa mempunyai karakteristik yang berbeda dengan bentuk komunikasi lainnya. Ciri-ciri itu terlihat pada pelaku komunikaisnya, pengalaman komunikasi yang dirasakan oleh para pelaku yang dimaksud, serta isi informasi yang disebarluaskan melalui poses komunikasi tersebut.


TELAAH SOSIOLOGIS TENTANG KOMUNIKASI MASSA

Kajian Sosiologis mengenai Komunikasi Massa

Telaah sosiologis terhadap fenomena komunikasi massa belum sepenuhnya berkembang seperti yang diharapkan. Penyebab yang terpenting antara lain karena luasnya masalah itu sendiri, di samping adanya beberapa orientasi atau tema yang mendominasi studi mengenai masalah ini pada masa yang lalu. Tema yang dominan itu adalah tentang efek-efek langsung media massa kepada individu dan publik, dan mengenai apa yang disebut sebagai masyarakat dan kebudayaan massa.
Beberapa Pendekatan dalam Kajian Sosiologi Komunikasi Massa

Seharusnya sosiologi komunikais massa mengkaji secara mendalam masalah-masalah pokok yang begitu luas, mengenai interaksi media massa dengan masyarakat media massa dengan institusi sosial yang lain, dan sistem komunikasi massa dengan sistem-sistem sosial lainnya. Selain dengan tatanan masyarakat secara keseuruhan.

1.      Riset yang memetakan secara ditail pola yang menyeluruh dari perilaku komunikasi baik bagi seperangkat individu maupun lokasi tertentu.

2.      Riset yang berkenaan dengan hubungan (relationshp) antara model komunikasi.

3.      Riset yang berkenaan dengan distribusi kebutuhan komunikasi

4.      Riset yang lebih memperhatikan masalah bahasa komunikasi selain lisan dan tulisan

5.      Riset yang secara sistematik menggali dan memonitor sistem pengawasan dan pengendalian serta pemilikan faislitas-fasilitas komunikasi.

PMR in Actions part 1

Maret 4, 2008 at 3:57 pm | In GALLERY | Leave a Comment

KARL MARX Dan EMILE DURKHEIM

Februari 22, 2008 at 7:35 am | In RUANG GURU | Leave a Comment

Marx tidak semata-mata menjadi seorang komunis dengan begitu saja. Banyak tokoh yang ikut andil dan berperan dalam menjadikan Marx seorang yang berpandangan komunisme, antara lain Hegel, Feuerbach, Smith, juga Engels. Keempatnya, terutama filsafatnya Hegel, Feuerbach dan Engels, sangat kental mewarnai pemikiran Marx. Secara spesifik memang filsafatnya Hegel, yaitu yang berkaitan dengan konsep dialektik, menjadi titik tolak pemikiran Marx meskipun Marx mengkritisi filsafat itu karena dianggapnya sangat idealistik dan memiliki konsep yang terbalik. Marx sendiri mengemukakan konsep dialektika materialistik yang mengacu kepada berbagai struktur sosial yang di dalamnya tercermin konflik sosial dan juga menggambarkan upaya-upaya pembebasan atas eksploitasi para majikan kepada kaum buruh dalam semua proses produksi. Marx, juga menyoroti perkembangan dan kebangkitan kapitalisme, di mana pandangan-pandangannya dianggap identik dengan gerakan pembebasan kaum buruh yang miskin dan tertindas oleh mereka yang memiliki berbagai sarana produksi, yaitu kaum borjuis. Konflik atau pertentangan kelas serta upaya-upaya pembebasan inilah yang menjadi titik sentral ajarannya Marx.

Continue reading KARL MARX Dan EMILE DURKHEIM…

Mobilitas Sosial

Februari 20, 2008 at 12:52 pm | In BAHAN AJR K.12 | 15 Comments

A. PENGANTAR

Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.Kata sosial yang ada pada istilah mobilitas sosial untuk menekankan bahwa istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial jadi. Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

 

B. Bentuk Mobilitas Sosial

 

1.Mobilitas Vertikal

            Mobilitas vertical adalah pepindahan status sosial yang dialami seseorang atau sekelompok warga pada lapisan sosial yang berbeda.

Mobilitas Vertikal naik memiliki dua bentuk ,yaitu sebagai berikut:

a)      Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi, dimana status itu telah tersedia. Misalnya:seorang camat diangkat menjadi bupati.

b)      Terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi dari pada lapisan sosial yang sudah ada.

Mobilitas Vertikal turun juga mempunyai dua bentuk sebagai berikut.

a)      Turunnya kedudukan seseorang kedudukan lebih rendah ,Misalnya, seseorang prajurit yang dipecat karena melakukan desersi.

b)      Tidak dihargai lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas,misalnya , seorang yang menjabat direktur bank,karena bank yang dipimpinya bermasalah maka ia diturunkan menjadi staf direksi.

Beberapa prinsip umum dalam mobilitas sosial vertical adalah sebagai berikut.

a)      Tidak ada suatu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial yang vertical.

b)      Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial .

c)      Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertical sendiri.

d)      Laju mobilitas sosial disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan pekerjaan yang berbeda-beda.

e)      Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi,politik,dan pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah .

2 .Mobilitas Horizontal

Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan.

Ciri utama mobilitas horizontal adalah lapisan sosial yang ditempati tidak mengalami perubahan .Contohnya,tindakan mengevakuasi penduduk yang tertimpa bencana alam ke daerah lain.

3 .Mobilitas Antargenerasi

Mobilitas Antargenerasi adalah perpindahan antara dua generasi atau lebih, Mobilitas Antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua ,yaitu sebagai berikut.

a)      Mobilitas Intergenerasi

adalah perpindahan status sosial yang terjadi di antara beberapa generasi.

b)      Mobilitas Intragenerasi

Adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Continue reading Mobilitas Sosial…

KEPEDULIAN SOSIAL

Januari 14, 2008 at 2:01 pm | In RUANG GURU | Leave a Comment

Sahabat yang baik, kepedulian sosial, terutama kepada orang-orang yang lemah secara ekonomi, saat ini terasa semakin banyak diabaikan. Orang-orang yang mampu banyak yang sibuk dengan kariernya, bisnisnya atau sibuk mementingkan kehidupannya sendiri, sehingga terlena dan akhirnya lalai dengan kepedulian sosialnya. Mereka mengabaikan dengan kondisi orang-orang yang lemah seperti ini. Kondisi ini secara nyata semakin terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta, dimana jurang pemisah antara si mampu dengan si lemah semakin lebar. Makin lebar dan dalam jurang menganga, keharmonisan hubungan sosial diantara kita bisa rusak dan hancur.


Mengingat betapa berbahayanya kesenjangan sosial antara si mampu dengan si lemah ini dan dilandasi niat untuk mengentaskan mereka dari jeratan rentenir, jeratan kemiskinan agar meningkat taraf ekonominya, maka kami bersama teman-teman sepakat untuk membentuk BMT ini sebagai salah satu wadah untuk pembinaan umat.

”Siapa yang melepaskan kesusahan saudaranya, Allah akan melepaskan kesusahannya nanti pada hari kiamat.”

( Al-Hadits )


Continue reading KEPEDULIAN SOSIAL…

MDGs: Standard Penilaian Perkembangan Negara

Januari 11, 2008 at 2:01 pm | In RUANG GURU | Leave a Comment

Oleh : Veronica Adesla, S.Psi

Berdasarkan laporan “A Future Within Reach” maupun laporan MDGs (Millenium Development Goals) Asia Pasifik tahun 2006, Indonesia menempati kategori terbawah bersama Bangladesh, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini, dan Filipina (Kompas, 2007). Beberapa tahun yang lalu, Indonesia telah menempati kategori sebagai negara berkembang, Namun berdasarkan laporan di atas, nampaknya kini predikat tersebut tidak lagi melekat. Negara Indonesia kini mengalami kemunduran yang cukup signifikan pada berbagai aspek pembangunan.

Apakah yang menjadi dasar penilaian negara-negara di Asia Pasifik ini? Dasar penilaian yang digunakan adalah MDGs. MDGs adalah sebuah arahan untuk mencapai perkembangan milenium yang wajib diikuti oleh seluruh negara di dunia. MDGs berisi 8 buah tujuan pembangunan milenium, beserta target dan indikatornya masing-masing, dilengkapi dengan strategi dan variabel pendukung lainnya. Dalam MDGs, dibahas mengenai penanganan kemiskinan yang bersifat ekstrim, hingga rencana penghentian penyebaran HIV/AIDS, dan pengadaan pendidikan dasar yang bersifat universal. Target pencapaian MDGs untuk seluruh negara di dunia adalah pada tahun 2015 ( UNDP, 2007).

8 buah tujuan pembangunan milenium dalam MDGs berdasarkan UNDP / United Nations Development Programme (2007) adalah sebagai berikut:



1. Menghapuskan Kemiskinan dan Kelaparan yang bersifat ekstrim

Target:

1. Selama tahun 1990 sampai dengan tahun 2015 berhasil mengurangi setengah dari jumlah penduduk yang memiliki pendapatan kurang dari $1 per hari.

Indikator:

1. Jumlah populasi penduduk yang memiliki pendapatan kurang dari $1 per hari (World Bank).

2. Ratio perbedaan kemiskinan, $1 per hari (World Bank).

3. Peningkatan penghasilan pada kelompok populasi rakyat miskin (World Bank).

2. Selama tahun 1990 sampai dengan tahun 2015 berhasil mengurangi setengah dari jumlah populasi penduduk yang menderita kelaparan.

Indikator:

4. Fakta anak-anak di bawah 5 tahun yang berat badannya kurang dari berat badan proposional yang seharusnya dicapai (berdasarkan usianya) (UNICEF / United Nations International Children’s Fund).

5. Jumlah populasi yang termasuk dalam kategori meng-Konsumsi Energi Makanan/Dietary Energy Consumption dibawah batas minimum yang seharusnya (FAO / Food and Agriculture Organization).



2. Memperoleh pendidikan dasar yang bersifat universal

Target:

3. Memastikan pada tahun 2015, seluruh anak-anak dimanapun baik perempuan dan laki-laki mampu menyelesaikan seluruh pelajaran di sekolah dasar.

Indikator:

6. Perbandingan bersih pendaftaran di Pendidikan Dasar (UNESCO / United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

7. Jumlah murid dari tingkat 1 (kelas 1 SD) yang berhasil mencapai tingkat 5 (kelas 6 SD) (UNESCO).

8. Jumlah penduduk usia 15 – 24 tahun yang mampu membaca / tidak buta huruf (UNESCO).

Continue reading MDGs: Standard Penilaian Perkembangan Negara…

TIP N TRICK

November 22, 2007 at 4:35 pm | In GALLERY | Leave a Comment

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.