LATIHAN HARIAN

4 Oktober 2011 pukul 4:00 pm | Ditulis dalam TUGAS | Tinggalkan komentar

I. PILIHAN GANDA
1. Perubahan sosial yang disebabkan oleh adanya pertambahan penduduk meliputi …..
a. pembagian kerja, kebutuhan sosial dan kepercayaan
b. sistem hak milik, pembagian kerja dan struktur sosial
c. kebutuhan sosial, kepercayaan dan hubungan sosial
d. kebutuhan sosial, kepercayaan dan struktur sosial
e. struktur masyarakat, hubungan sosial dan kepercayaan
2. Beberapa faktor berikut merupakan faktor penghalang terjadinya perubahan sosial, kecuali …
a. hambatan-hambatan yang bersifat ideologis
b. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terlambat
c. ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
d. prasangka terhadap hal-hal yang baru/asing
e. kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
3. Upaya menghidupkan kembali tradisi masa lampau yang hampir punah merupakan bentuk perwujudan kebenaran teori …..
a. Linier d. kontinuitas
b. Revolusi e. siklus
c. evolusi
4. Sosiolog berikut bukan merupakan tokoh perkembangan linier dalam menjelaskan proses perubahan sosial adalah …..
a. Emile Durkheim
b. Herbert Spencer
c. Max Weber
d. Oswald Spengler
e. Karl Mark
5. Ditemukannya mode pakaian baru oleh perancang busana termasuk salah satu contoh peubahan ..
a. kecil
b. besar
c. yang dikehendaki
d. yang tidak dikehendaki
e. prtoses
6. Seorang tokoh yang menyatakan bahwa perubahan sosial adalah semua perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat bernama …
a. Selo Soemardjan
b. Soerjono Soekanto
c. Gillin dan Gillin
d. William F. Ogburn
e. Kingsley Davis

7. Perubahan sosial bersifat linier, maksudnya …..
a. perubahan dapat direncanakan tetapi tidak dapat diarahkan ke satu tujuan yang pasti
b. perubahan dapat direncanakan dan diarahkan ke satu tujuan yang pasti
c. perubahan tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke satu tujuan yang pasti
d. perubahan tidak dapat direncanakan dan tidak dapat diarahkan ke satu tujuan yang pasti
e. perubahan tidak dapat direncanakan tetapi dapat diarahkan ke satu tujuan yang pasti
8. Perubahan yang memerlukan waktu lama, saling mengikuti dan lamban dinamakan …..
a. revolusi d. Perubahan bergelombang
b. evolusi e. Perubahan komulatif
c. perubahan kebudayaan
9. Perubahan yang memerlukan waktu lama, saling mengikuti dan berjalan lamban dinamakan …..
a. Revolusi d. Perubahan bergelombang
b. Evolusi e. Perubahan komulatif
c. perubahan kebudayaan
10. Berdasarkan teori siklus , perubahan sosial merupakan sesuatu yang …..
a. Selalu terjadi di lingkungan masyarakat
b. Menjadi bagian dari perubahan kebudayaan
c. Tidak dapat diarahkan ataupun direncanakan
d. Dengan mudah dapat diarahkan ke titik tertentu
e. Merupakan bagian dari kebutuhan manusia

Lembaga Sosial

28 September 2011 pukul 9:28 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Pengertian lembaga sosial

Menurut Hoarton dan Hunt, lembaga social (institutation) bukanlah sebuah bangunan, bukan kumpulan dari sekelompok orang, dan bukan sebuah organisasi. Lembaga(institutations) adalah suatu system norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatanyang oleh masyarakat dipandang penting atau secara formal, sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia. Dengan kata lainLembaga adalah proses yang terstruktur (tersusun} untuk melaksanakan berbagai kegiatan tertentu.
Pendapat para tokoh tentang Difinisi Lembaga social :
1. Menurut Koentjaraningkrat : Pranata social adalah suatu system tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
2. menurut Leopold Von Weise dan Becker : Lembaga social adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.
3. Menurut Robert Mac Iver dan C.H. Page : Lembaga social adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.
4. Menurut Soerjono Soekanto, Pranata social adalah himpunana norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehiduppan masyarakat.

Proses pertumbuhan lembaga social.
Timbulnya institusi social dapat terjadi melalui 2 cara yaitu :
1. secara tidak terncana
2. secara terencana

Secara tidak terencana maksudnya adalah institusi itu lahir secara bertahap dalam kehidupan masyarakat, biasanya hal ini terjadi ketika masyarakat dihadapkan pada masalah atau hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang sangat penting. Contohnya adalah dalam kehidupan ekonomi , dimasa lalu , untuk memperoleh suatu barang orang menggunakan system barter , namun karena dianggap sudah tidak efisien dan menyulitkan , maka dibuatlah uang sebagai alat pembayaran yang diakui masyarakat, hingga muncul lembaga ekonomi seperti bank dan sebagainya

Secara terencana maksudnya adalah institusi muncul melalui suatu proses perncanaan yang matang yang diatur oleh seseorang atau kelompok orang yang memiliki kekuasaan dan wewenang. Contohnya lembaga transmigrasi yang dibuat oleh pemerintah sebagai cara untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk. Singkat kata bahwa proses terbentuknya lembaga social berawal dari individu yang saling membutuhkan . Saling membutuhkan ini berjalan dengan baik kemudian timbul aturan yang disebut norma kemasyarakatan. Norma kemasyarakatan dapat berjalan baik apabila terbentuk lembaga social.

Indipidu ———- Saling membutuhkan …………..Norma ………………….Lembaga social.

Untuk dapat membedakan kekuatan tingkatan mengikat norma secara sosiologis dikenal empat macam norma :
1. Cara (usage) . Norma ini menunjukan suatu bentuk perbuatan dan mempunyai kekuatan sangat lemah. Cara (usage) lebih menonjol dalam hubungan antar individu dalam masyarakat. Suatu penyimpangan terhadap norma ini tidak akan mengakibatkan hukuman tetapi biasanya dapat celaan. Contoh cara makanyang berisik, minim sambil bersuara dll.
2. Kebiasaan folkways) menunjukan pada perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Contoh orang yang mempunyai kebiasaan memberikan hormat kepada orang yang lebih tua usianya dll.
3. Adat istiadat (custom) Tata kelakuan yang telah berlangsung lama dan terintegrasi secara kuat dengan pola perilaku masyrakat dapat meningkatkan kekuatan normatifnya menjadi adat istiadat.

Tipe-tipe lembaga social
a. Berdasarkan sudut perkembangan
1. Cresive institution yaitu istitusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat.
Contoh institusi agama, pernikahan dan hak milik.
1. Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contohnya institusi pendidikan

b. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat.
1. Basic institutions yaitu institusi social yang dianggap penting untuk memlihara dan
mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contohnya keluarga, sekolah, Negara
dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.
2. Subsidiary institutions yaitu institusi social yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap
oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat.
c. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat .
1. Approved atau social sanctioned institutions yaitu institusi social yang diterima oleh
masayarakat misalnya sekolah atau perusahaan dagang.
2. Unsanctioned institutions yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat
tidak mampu memberantasnya. Contoh organisasi kejahatan.

d. Berdasarkan sudut penyebarannya.
1. General institutions yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat.
Contohnya institusi agama
2. Restrikted institutions intitusi social yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil
masyarakat tertentu, contoh islam, protestan, katolik dan budha.
e. Berdasrkan sudut fungsinya
1. Operative institutions yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-
cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh institusi ekonomi
2. Regulative institutions yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat istiadat atau
tatakelakuan dalam masyarakat. Contoh institusi hukum dan politik seperti pengadilan
dan kejaksaan.

Institusi Keluarga
Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan.

Proses terbentuknya Keluarga.
Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :
1. diawali dengan adnya interaksi antara pria dan wanita
2. Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan social yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan.
3. Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hubungan antara lembaga keluarga dengan lembga agama ? Continue Reading Lembaga Sosial…

Modernisasi

27 September 2011 pukul 9:25 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

1. Pengertian
a. Wilbert E. Moore, Widjojo Nitisastro
Modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pra modern dalam ari teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomi dan politis yang menjadi ciri negara Barat yang stabi.
b. JW. Schoorl
Modernisasi dikatakan sebagai suatu proses transformasi, suatu perubahan masyarakat dalam segala aspek-aspeknya.
c. Cyril Black
Masyarakat modern sesungguhnya merupakan hasil korelasi antara tingginya nilai peradaban manusia sebagai anggota masyarakat dengan majunya tingkat nasionalisme dalam negkaji hasil kebudayaan yang memungkinkan terciptanya kehidupan masyarakat yang mantap, sejahtera, makmur dan merata.
d. Abdulsyam
Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dlam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Atau dengan kata lain, proses perubahan dari cara tradisional ke cara baru yang lebih maju, dimana dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
e. Soerjono Soekanto
Modernisasi dikemukakan sebagai suatu bentuk dari perubahan sosial, biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (direct change) dan berdasarkan pada suatu perencanaan (social planning).
f. Harold Rosenberg
Modernisasi adalah sebuah tradisi baru mengacu pada urbanisasi atau sampai sejauh mana dan bagaimana pengikisan sifat-sifat pedesaan suatu masyarakat berlangsung.
g. Louis Irving Horovitz
Modernisasi yang non ideologis pada dasarnya merupakan suatu istilah teknologis, bukan suatu istilah penilaian yang menyangkut penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin. Modernisasi berkaitan dengan komunikasi informasi dalam tempo cepat, pemindahan barang dan orang dengan cepat, dan sebagainya.
h. Koentjaraningrat
Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai dengan jaman dan konstelasi dunia sekarang.
Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa modernisasi mencakup hal berikut :
a. berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.
b. berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup di masyarakat.
2. Ciri atau karakter modernisasi
Proses menuju kehidupan masyarakat yang modern memiliki ciri atau karakter yang dibedakan atas
a. aspek sosio demografis
Aspek sosio demografis atau mobilitas sosial merupakan suatu proses perubahan unsur-unsur sosial, ekonomis dan psikologis masyarakat yang mulai menunjukkan peluang ke arah pola baru melalui sosialisasi dan pola perilaku yang terwujud pada aspek kehidupan modern, misal mekanisasi, urbanisasi dan peningkatan pendapatan per kapita.
b. aspek struktur organisasi sosial
Aspek ini merupakan perubahan unsur-unsur dan norma kemasyarakatan yang terwujud apabila manusia mengadakan hubungan dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat menyangkut lembaga kemasyarakatan, norma sosial, pelapisan sosial, kekuasaan dan wewenang dan interaksi sosial.
3. Syarat modernisasi
Dalam buku “Sosiologi Suatu Pengantar”, Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa agar modernisasi berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan keinginan masyarakat, maka diperlukan beberapa syarat.
a. Cara berpikir yang ilmiah (scientific thinking) yang melembaga dalam kelas penguasa maupun masyarakat.
b. Sistem administrasi negara yang baik.
c. Sistem pengumpulan data yang baik dan beratur serta terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
d. Penciptaan iklim yang sesuai (favourable) dengan kehendak masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat komunikasi massa.
e. Tingkat organisasi yang tinggi, di satu pihak berarti disiplin, sedangkan di pihak lain berarti pengurangan kemerdekaan.
f. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial (social planning).
4. Dorongan untuk modernisasi
Modernisasi dapat berlangsung, jika dalam masyarakat terdapat dorongan yang meliputi :
a. keinginan masyarakat/ manusia untuk hidup lebih praktis atau yang lebih nyaman
b. meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan produksi
c. mendapatkan sesuatu lebih banyak (nilai tambah), lebih bermutu, lebih bagus, lebih hemat tenaga dan baik.
5. Elemen manusia modern
Agar modernisasi dapat berlangsung dalam masyarakat, maka diperlukan pendukung utama yaitu unsur manusia yang memiliki sikap modern. Untuk melakukan modernisasi manusia menurut Alex Inkeles dikatakan harus memiliki ciri :
a. Kesediaan untuk menerima pengalaman baru dan keterbukaan terhadap pembangunan dan perubahan.
b. Memiliki kesanggupan untuk membentuk pendapat mengenai masalah di sekitar dirinya dan di lingkungan yang lebih luas.
c. Memiliki pandangan yang ditujukan pada masa kini dan masa depan, bukan ke masa lampau.
d. Menginginkan serta terlibat dalam perencanaan maupun pengorganisasian dan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.
e. Yakin bahwa orang dapat belajar dalam batas tertentu untuk menguasai alam untuk kepentingan sendiri.
f. Yakin bahwa dunia dapat diperhitungkan, tidak ditentukan oleh nasib.
g. Sadar akan harga diri orang lain dan bersedia menghargai.
h. Percaya pada ilmu dan teknologi.
i. Percaya pada adanya keadilan dan pemerataan
6. Tujuan modernisasi
Di berbagai belahan dunia, berkembang modernisasi pada setiap masyarakat. Modernisasi di setiap negara memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan taraf hidup, terutama dalam bidang ekonomi. Untuk meningkatkan taraf hidup di negara berkembang, maka dipilih cara yang telah ditempuh negara maju.
a. mengembangkan ilmu pengetahuan
b. mengembangkan teknologi
c. mengadakan industrialisasi
d. mengembangkan ekonomi
7. Hal yang perlu diperhatikan dalam modernisasi
Dalam melaksanakan modernisasi di masyarakat, perlu kiranya diperhatikan beberapa hal yaitu :
a. Setiap masyarakat selama hidupnya pasti mengalami perubahan.
b. Perubahan dalam masyarakat dapat berupa nilai sosial, pola perilaku, organisasi, susunan, lembaga, dan sebagainya.
c. Karena luasnya bidang yang terjadi perubahan dalam masyarakat, maka perlu ditegaskan perubahan mengenai hal apa yang dimaksudkan dalam uraian seseorang.
d. Banyak sosiolog yang mencurahkan perhatian pada masalah perubahan sosial dan kebudayaan dalam masyarakat.
8. Akibat modernisasi
Modernisasi yang berlangsung dalam masyarakat akan menimbulkan konsekuensi atau akibat yang cukup luas.
a. disorganisasi sosial
Disorganisasi sosial adalah proses memudar atau melemahnya norma dan nilai sosial dalam masyarakat karena adanya perubahan sosial. Hal ini muncul dalam bentuk masalah sosial yang tidak diinginkan, diantaranya :
1) Persoalan yang berhubungan erat dengan organisasi sosial (kekerabatan, kekeluargaan).
2) Pembagian kerja yang makin terspesialisasi sehingga keahlian yang makin khusus. Mereka yang tidak terampil akan sulit mendapatkan pekerjaan.
3) Aktivitas untuk mengisi waktu lenggang yang nampak telah berubah.
4) Modernisasi khususnya industrialisasi menambah pengangguran dalam masyarakat.
b. kesenjangan budaya dan disintegrasi sosial
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan ketidakseimbangan (disequilibrium) hubungan sosial. Ketidakseimbangan tersebut dapat menimbulkan goncangan atau kekacauan dalam hubungan sosial. Lihat kembali uraian pada materi sebelumnya.
Modernisasi yang makin meningkat dalam masyarakat Indonesia memunculkan pula pengaruh lain yang meliputi :
a. Bidang pertanian mengalami kesulitan karena tenaga kerja banyak pindah ke kota.
b. Produksi pertanian masih tergantung pada individu petani
c. Kekurangan tenaga terlatih dalam jangka panjang
d. Makin tinggi dan makin besarnya tenaga spesialisasi
e. Mobilitas kerja di masyarakat yang lebih bervariasi
f. Makin berkurangnya ikut campur negara dalam proses ekonomi
g. Meningkatnya konsumsi.
Modernisasi yang berlangsung dalam masyarakat pada dasarnya merupakan usaha manusia untuk mengadakan perubahan dalam lingkungan hidup/ masyarakat yang sifatnya berlainan dari keadaan semula. Perubahan tersebut tampak jelas dari sifatnya yang maju dan bukan kemunduran. Sedangkan westernisasi dapat diartikan pembaratan, yakni hidup modern seperti yang dilakukan dan diperlihatkan orang sehari-hari di negara Barat. Bentuk westernisasi adalah meniru secara berlebihan gaya hidup orang barat.
Kemajuan teknologi suatu bangsa dapat mengubah pola hidup, cara berpikir manusia ke arah westernisasi maupun sekulerisasi. Pola kehidupan masyarakat yang bersifat westernisasi memiliki ciri sebagai berikut :
a. Gaya hidup seakan-akan bebas tanpa mengenal nilai dan norma sosial dalam masyarakat.
b. Gaya hidup konsumerisme (boros)
c. Suka kegiatan yang bersifat seremonial yang disertai pesta, minuman keras, dansa di bar, dan sebagainya
d. Tindakan pergaulan bebas dan berperilaku menyimpang
e. Terjadinya kawin kontrak tanpa ikatan yang sah
f. Kegiatan hidup yang terprogram, misal wisata ke luar negeri, makan dengan menu teratur, belanja ke swalayan, dan sebagainya.
Dalam masyarakat Indonesia modernisasi/ pembaharuan bisa saja meniru atau mengambilalih teknologi Barat dengan menekankan pada “penggunaan” unsur kebudayaan barat, namun tanpa harus seperti orang Barat.
C. Tantangan Globalisasi Terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa
Globalisasi berasal dari kata globe (bola dunia). Dengan demikian dapat diartikan sebagai suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi yang dapat memperlancar interaksi antar warga dunia. Oleh karena itu dalam era globalisasi, peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat diketahui dengan cepat oleh bangsa atau negara lain.
Sebagai suatu sistem atau tatanan hidup yang menyebabkan seseorang atau negara tidak mungkin mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan komunikasi, globalisasi memudahkan masuknya unsur asing ke Indonesia. Dengan demikian masyarakat Indonesia tidak mungkin untuk menghindari adanya pengaruh luar yang masuk.
Globalisasi yang berkembang pada saat ini membawa pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat dunia. Dalam kehidupan ekonomi terjadi pergeseran masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri. Di samping itu juga ilmu pengetahuan, cara berpikir kritis, sistematis, analitis, logika rasional dan menghargai waktu. Unsur budaya asing masuk ke Indonesia dalam aspek teknologi informasi berakibat munculnya perilaku kekerasan dalam masyarakat, berkembangnya gaya hidup free seks dan makin maraknya pornografi dan pornoaksi. Continue Reading Modernisasi…

DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT

26 September 2011 pukul 9:24 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Standar Kompetensi
Memahami dampak perubahan sosial
Kompetensi Dasar
Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat
Indikator :
1. memberi contoh kasus dampak perubahan sosial
2. mengidentifikasi tantangan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa
3. mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jari diri bangsa
Alokasi Waktu
12 x 45 menit ( 6 pertemuan )
Ringkasan Materi
A. Dampak Perubahan Sosial
1. Integrasi sosial
Dalam perubahan sosial di masyarakat, perlu diikuti adanya penyesuaian baik unsur masyarakat maupun unsur baru. Hal demikian sering disebut sebagai integrasi sosial. Unsur yang saling berbeda dapat saling menyesuaikan diri. Indonesia yang terdiri dari beranekaragam suku bangsa dan budayanya, diharapkan semua unsur/ komponen bangsa dapat menyesuaikan diri. Oleh karena itu akan terciptakan integrasi sosial atau integrasi nasional Indonesia.
2. Disintegrasi sosial
Disintegrasi sering diartikan sebagai proses terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian-bagian kecil yang trpisah satu sama lain. Sedangkan disintegrasi sosial adalah proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi beberapa unit sosial yang terpisah satu sama lain. Proses ini terjadi akibat hilangnya ikatan kolektif yang mempersatukan anggota kelompok satu sama lain.
Perubahan sosial sering ditandai dengan perubahan unsur kebudayaan, tanpa diimbangi perubahan unsur kebudayaan yang lain yang saling terkait. Biasanya unsur yang cepat berubah adalah kebudayaan kebendaan bila dibandingkan dengan kebudayaan rokhani. Dalam hal ini dapat dikemukakan beberapa bentuk :
1. Anomie
Anomie adalah keadaan kritis dalam masyarakat akibat perubahan sosial dimana norma/ nilai lama memudar, namun norma/ nilai baru yang akan menggantikan belum terbentuk. Dengan demikian dalam kehidupan masyarakat sekolah-olah tidak ada norma atau nilai
2. Cultural lag
Menurut William F. Ogburn dikemukakan sebagai perbedaan taraf kemajuan antara berbagai bagian dalam kebudayaan, atau ketertinggalan antara unsur kebudayaan material dengan non material. Penyebab timbulnya cultural lag adalah :
a. Kurangnya intetiviteit (penemuan baru) dalam sektor yang harus menyesuaikan dengan perkembangan sosial.
b. Adanya hambatan terhadap perkembangan pada umumnya.
c. heterogenitas/ keberagaman sikap masyarakat yaitu kesiapan dalam menerima perubahan.
d. kurangnya kontak dengan budaya material masyarakat lain.
3. Mestizo culture
Mestizo culture atau kebudayaan campuran merupakan proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan lain yang memiliki warna dan sifat yang berbeda. Hal ini bercirikan sifat formalimse, yaitu hanya dapat meniru bentuknya, tetapi tidak mengerti akan arti sesungguhnya. Keadaan ini ditandai dengan meningkatnya pola konsumsi masyarakat serta terjadinya demonstrasi efek (pamer kekayaan) yang makin besar dengan adanya iklan. Kondisi demikian dapat menimbulkan disintegrasi sosial.
Dalam kehidupan masyarakat perubahan sosial kadang-kadang dapat menimbulkan ketidakseimbangan (disequilibrium). Ketidakseimbangan tersebut dapat disebabkan adanya kesenjangan budaya dalam masyarakat (disintegrasi sosial). Adapun gejala yang menyebabkan terjadinya disintegrasi sosial adalah sebagai berikut :
a. Tidak ada persepsi atau persamaan pandangan di antara anggota masyarakat mengenai norma yang semula dijadikan pegangan oleh anggota masyarakat.
b. Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat.
c. Timbul pertentangan norma-norma dalam masyarakat, sehingga menimbulkan kebingungan bagi anggota masyarakat itu sendiri.
d. Tidak ada tindakan sanksi yang tepat bagi pelanggar norma.
e. Tindakan dalam masyarakat sudah tidak sesuai lagi dengan norma masyarakat.
f. Interaksi sosial yang terjadi ditandai dengan proses yang bersifat disosiatif.
Berdasarkan gejala tersebut, kehidupan dalam masyarakat sudah tidak ada lagi penyesuaian di antara unsur yang berbeda (disintegrasi sosial). Disintegrasi sosial akan mendorong timbulnya gejala kehidupan sosial yang tidak normal yang dinamakan masalah sosial.
Adapun bentuk disintegrasi sebagai akibat terjadinya perubahan sosial yang dapat dijumpai di Indonesia cukup kompleks.
1. Pergolakan di daerah
Pergolakan daerah adalah peristiwa disintegrasi yang mempermasalahkan isu lokal/ daerah. Pergolakan dapat berupa tuntutan sekelompok massa kepada kelompok lain termasuk the rulling class (penguasa). Dari bentuk disintegrasi ini kita dapat mengambil pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam melangkah terutama menyangkut hal mendasar dan melibatkan masyarakat luas. Hal ini dapat dicontohkan gerakan RMS (1950), DI/TII (1949 – 1962), PRRI/Permesta (1957-1958), pergolakan di Aceh, pergolakan di Papua, dan sebagainya.
Timbulnya pergolakan daerah dapat dilatarbelakangi hal berikut :
a. Sentimen kedaerahan dan primordialisme lebih berkembang dibanding sentimen nasionalisme.
b. Sentralisasi kehidupan ekonomi dan politik yang mengakibatkan perbedaan pertumbuhan yang tajam antara pusat dan daerah
Adapun faktor yang dapat memunculkan pergolakan di daerah atau konflik antar kelompok antara lain :
a. Program pembangunan yang dilaksanakan tidak memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
b. Kurang berfungsinya lembaga masyarakat.
c. Ketidakstabilan situasi politik dan keamanan nasional.
d. Sarana-sarana komunikasi dan interaksi sosial antar daerah di berbagai bidang tidak berjalan dengan baik.
e. Terjadinya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat.
f. Masing-masing kelompok atau daerah memiliki kesetiaan primordial yang berlebihan.
Pergolakan yang kemungkinan berlangsung dalam masyarakat dapat diminimalisir dengan cara :
a. Menyusun perencanaan pembangunan yang mengarah pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan meminimalkan konflik.
b. Memfungsikan secara optimal lembaga sosial kemasyarakatan sebagai kontrol sosial.
c. mengefektifkan sarana komunikasi, interaksi atau kerjasama antar kelompok dengan baik.
d. Berbagai pihak yang ada dalam masyarakat diajak bersama dalam kelangsungan proses pembangunan.
e. Proses pembauran bangsa atau antar suku bangsa harus tetap dijalankan.
f. Mempertegas tata nilai hukum dalam kehidupan bangsa.
g. Membudayakan nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Aksi protes dan demonstrasi

Aksi protes dapat diartikan gerakan yang dilakukan secara perorangan atau bersama untuk menyampaikan pernyataan tidak setuju yang oleh sebagian besar orang biasanya dilancarkan melalui kecaman pedas. Demonstrasi adalah tindakan sekelompok orang secara bersama-sama untuk menunjukkan rasa ketidakpuasan yang pada umumnya menyangkut bidang ekonomi, sosial dan politik.
Bentuk disintegrasi ini dapat dikategorikan menjadi :
a. demonstrasi yang berkaitan dengan sengketa tanah
Aksi ini biasanya dilakukan petani dengan latar belakang mereka merasa ganti rugi yang kurang layak dan ditetapkan secara sepihak, misal pengalihan hak untuk kepentingan ekonomi dan industri seperti perumahan, industri dan kantor.
b. demonstrasi yang berkaitan dengan perburuhan
Kategori ini termasuk paling menonjol dan cenderung meningkat. Meningkatnya kasus ini seiring dengan pesatnya perkembangan industri di Indonesia. Tuntutan yang diajukan menyangkut perbaikan kesejahteraan misal, kenaikan upah (UMK), jaminan sosial dan kondisi dan keselamatan kerja.
c. demonstrasi dan protes mahasiswa
Mahasiswa sering dianggap sebagai tumpuan bagi perubahan (agent of change). Tindakan mahasiswa terpusat pada isu lokal/daerah, namun memiliki konteks nasional. Dengan demikian masalah yang diangkat tumpang tindih dengan demonstrasi petani dan buruh.
Aksi protes dan demonstrasi dapat membawa pengaruh :
a. negatif
Pengaruh negatif akan timbul apabila aksi dilakukan dengan merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban umum, peledakan bom, tidak terkendali dan tidak terarah, akan berakibat merugikan masyarakat umum.
b. positif
Pengaruh positif akan timbul jika aksi dilakukan secara terkendali dan terarah, tuntutan disampaikan melalui legislatif/ wakil rakyat atau langsung kepada penguasa melalui nomor kotak pos atau nomor ponsel yang terbuka bagi masyarakat umum. Misal kotak pos 5000 dan 777 Jakarta pada masa orde baru.
3. Kriminalitas
Tindak kejahatan adalah tingkah laku anggota masyarakat yang melanggar norma hukum dan norma sosial. Secara yuridis, tindak kejahatan diartikan sebagai bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral dan kemanusiaan, merugikan masyarakat, dan melanggar ketentuan hukum. Ditinjau secara sosiologis, kejahatan adalah setiap bentuk ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang secara ekonomi, politik, sosial, dan psikologis merugikan kepentingan umum, melanggar norma sosial, dan menyerang keselamatan warga masyarakat.
Tindak kriminal pada dasarnya bukan bawaan sejak lahir, namun bisa dilakukan setiap orang. Hal ini dapat dilihat dari sebab timbulnya :
a. Kejahatan di kota besar disebabkan adanya tekanan baik dari teman, jiwa maupun kebutuhan hidup.
b. Kriminalitas disebabkan kondisi dan proses sosial yang sama, yang menghasilkan perilaku sosial yang berbeda (Donald R. Greesey).
c. Perilaku jahat seseorang dipelajari dalam interaksi dengan orang lain dan orang tersebut mendapat perilaku itu dari mereka yang berperilaku melawan norma hukum (EH. Sutherland).
Jika kita tinjau secara mendalam, kriminalitas dapat disebabkan adanya proses-proses berikut :
a. persaingan dan pertentangan kebudayaan
b. perbedaan ideologi politik
c. pertentangan masalah agama dan kesenjangan di bidang ekonomi
d. kepadatan dan komposisi kekayaan
e. perbedaan distribusi kekayaan
f. perbedaan kekayaan dan pendapatan
Individu atau manusia dalam masyarakat dapat berbuat tindak kejahatan atas dorongan media massa dan dipelajari dari kelompok kecil yang bersifat intim.
Adapun bentuk tindak kejahatan dibedakan atas :
a. Blue colour crime
Blue colour crime atau kejahatan kerah biru merupakan tindak kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat umum yang secara ekonomi dan politik tergolong miskin. Mereka yang berbuat jahat termasuk kelas menengah ke bawah. Tindak kriminal berkaitan dengan pencurian, penjambretan, dans ebagainya. Perbuatan mereka didasari alasan kemiskinan.
b. White colour crime
White colour crime atau kejahatan kerah putih merupakan tindak kejahatan yang dilakukan masyarakat lapisan atas (pejabat atau pengusaha
Tindak kejahatan sangat ditentang masyarakat, karena tindakan itu melanggar norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, terutama norma hukum. Padahal nilai dan norma merupakan bagian penting bagi kesinambungan masyarakat. Oleh karena itu, timbul upaya masyarakat untuk menentang dan mengatasi tindak kejahatan.
1) preventif
Tindakan ini dilakukan dengan pencegahan untuk menjaga agar kejahatan tidak timbul kembali, misal melalui penyuluhan hukum atau kadarkum.
2) represif
Masyarakat melalui lembaga yang ditunjuk melakukan upaya dengan menciptakan sistem dan program untuk menghukum mereka yang berbuat jahat. Disamping itu juga mengupayakan orang tidak berbuat jahat lagi, misal warga diberi konsultasi psikologis atau diklat.
4. Kenakalan remaja
Kenakalan remaja (Juvenile delinquency) seperti dikemukakan Fuad Hasan adalah suatu perbuatan anti sosial yang dilakukan anak/ remaja yang jika dilakukan orang dewasa dikategorikan sebagai tindak kejahatan. Tindak kenakalan remaja dewasa ini semakin berkembang. Bentuk kenakalan diantaranya membolos, aksi corat coret, kebut-kebutan, minuman keras, mencuri sepeda, dan sebagainya. Muncul dan berkembangnya tindak kenakalan cenderung disebabkan faktor motivasi. Berdasarkan motivasi, kenakalan remaja disebabkan :
a. Internal yang meliputi : inteligensia, usia, jenis kelamin dan kedudukan anak dalam keluarga.
b. Eksternal yang meliputi : lingkungan rumah tangga, lingkungan pendidikan dan sekolah, pergaulan anak dan media massa.
Secara sosiologis, kenakalan remaja dapat ditandai gejalanya sebagai berikut :
a. Persoalan sense of value yang kurang ditanamkan oleh orang tua.
b. Timbulnya organisasi-organisasi non formal yang berperilaku menyimpang sehingga tidak disukai masyarakat.
c. Timbulnya usaha untuk mengubah keadaan yang disesuaikan dengan youth values.
Secara umum kenakalan remaja disebabkan oleh :
a. disfungsi keluarga dalam arti hubungan antar anggota keluarganya kurang harmonis atau mengalami keretakan.
b. kurangnya pendidikan agama dan moral.
c. seringnya melihat kekerasan baik melalui masyarakat atau kekerasan dalam bentuk kerusuhan
d. lingkungan pergaulan yang senang melakukan tindakan kenakalan.
e. kurang berprestasinya di sekolah dan masyarakat baik intelektual maupun kemampuan terbatas.
Remaja yang memiliki peran strategis pada masa mendatang, perlu diarahkan dan didampingi selama masa pertumbuhannya. Adanya kenakalan remaja, perlu disusun upaya penanggulangan secara berkesinambungan.
a. tindakan preventif
Tindakan preventif dilakukan dengan koordinasi yang jelas dan kebersamaan yang sungguh-sungguh antara orang tua, pendidik di sekolah, warga masyarakat, termasuk Polri, jaksa dan hakim. Hal ini ditujukan untuk menekan perkembangan bentuk kenakalan remaja yang merupakan beih awal tindak kejahatan
b. meningkatkan pemenuhan kebutuhan remaja
c. mengatur pemenuhan kebutuhan remaja agar tidak ada kesan terlalu dimanjakan.
d. penyuluhan yang berkaitan dengan perkembangan usia remaja, bentuk perilaku dan latar belakang remaja, dan penyebab dan akibat kenakalan remaja.
e. sensor film yang lebih tegas sesuai dengan budaya timur.
5. Prostitusi
Prostitusi atau pelacuran merupakan suatu pekerjaan yang bersifat menyerahkan diri kepada umum untuk melakukan perbuatan seksual dengan mendapatkan imbalan. Sebab timbulnya prostitusi dibedakan atas :
a. Sebab intern (dalam) : hasrat seksual yang tinggi, sifat malas, keinginan besar untuk hidup mewah (hedonisme).
b. Sebab ekstern (luar) : faktor ekonomi, urbanisasi yang tidak teratur, dan adanya kebutuhan yang tidak terlaksana.
Sebenarnya tindakan prostitusi adalah tindakan yang dilarang norma sosial dan norma agama. Hal ini disebabkan tindakan tersebut jelas banyak pengaruh buruknya yaitu :
a. menurunkan harkat dan martabat manusia
b. dapat terserang penyakit kelamin
c. dapat tertular penyakit hilangnya kekebalan tubuh (HIV atau AIDS)
d. merusak moral
e. bagi yang sudah berkeluarga, akan menyebabkan keretakan berkeluarga
f. pemborosan secara ekonomi
g. kepercayaan diri (self confidence) menurun
h. memudahkan terjerumus pada penggunaan narkoba
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikemukakan adanya beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk menanggulangi gejala disorganisasi sosial yaitu :
1. Norma dan nilai sosial dalam masyarakat difungsikan lagi sebagai pegangan hidup bersama seperti semula
2. Kebutuhan para anggota kelompok dipenuhi melalui kelompok masyarakat masing-masing.
3. Norma yang sudah tidak mantap lagi sebagai pedoman hidup kelompok perlu diganti sesuai dengan kebutuhan jaman
4. Tindakan yang tegas kepada setiap anggota masyarakat yang diketahui melanggar norma dengan sanksi dan hukuman
5. Diberantasnya tempat atau sarang yang dianggap sebagai tempat pelanggaran norma
6. Dibangkitkannya lagi rasa kepercayaan anggota kelompok masyarakat agar terwujud masyarakat yang bersatu
7. Terwujudnya masyarakat madani harus diberi keteladanan dari tokoh masyarakat dan tokoh politik.
Dengan adanya disintegrasi sosial, pola kehidupan masyarakat mengalami kurang serasi atau kekacauan, misal kurang adanya tertib sosial (sosial order) dan banyak pelanggaran hukum. Hal ini pada akhirnya akan menciptakan situasi krisis yaitu social disorder. Dalam suasana ini pengambil keputusan harus cepat mengambil langkah untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Jika tidak berhasil, maka akan tercipta situasi sosial berupa disintegrasi

Laporan Penelitian

26 September 2011 pukul 7:59 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | Tinggalkan komentar

Sebuah penelitian perlu dipublikasikan, sebelum kita melakukan Publikasi tenti kita perlu melakukan pelaporan hasil penelitian tersebut pada pihak yang ,meminta kita melakukan penelitian untuk itu, disini akan kami berikan beberapa langkah yang perlu diperhatikan ketika kita menyusun sebuah laporan hasil penelitia itu.
Power Point Sosiologi

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT (bagian 1)

24 September 2011 pukul 7:50 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | Tinggalkan komentar

Standar kompetensi : 1. Memahami dampak perubahan sosial

Kompetensi Dasar 1. Menjelaskan proses perubahan sosial di
masyarakat

Indikator : 1.1.1. Mendeskripsikan perubahan sosial
1.1.2. Menjelaskan ciri – ciri perubahan
sosial
1.1.3. Mengklsifikasikan bentuk bentuk
perubahan sosial

Kriteria Ketuntasan Minimal : 70

 
A. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya
Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan
perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan

B. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
Faktor-Faktor Penghambat Perubahan
C. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial
Budaya
D. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya

A. Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan Sosial adalah suatu keadaan dimana tidak terjadinya penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan pola yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan
Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat.
Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.
berikut ini akan disajikan pendapat para ahli tentang pengertian Perubahan sosial.
• Selo Soemardjan menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
• Kingsley Davis menyatakan bahwa perubahan sosiasl adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
• John Lewis Gillin dan John Philip Gillin melihat perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideology maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
• Mac Iver melihat perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (sosial relationship) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
• Wilbert Moore mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan penting dari pola-pola perilaku dan interaksi sosial.
• Robert H. Lauer mendefiniskan perubahan sosial sebagai perubahan dalam segi fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia.

B. Teori-teori Perubahan Sosial

B. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya
Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.
1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks.
perubahan sosial lambat (Evolusi)
Perubahan secara lambat memerlukan waktu yang lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Proses perubahan seperti ini dinamakan evolusi. Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Masyakat hanya berusaha menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Ada beberapa teori tentang evolusi antara lain :
û teori perubahan uniliner
Unilinear Theories of Evolutions , Teori ini berpendapat bahwa manusia dan masyarakat termasuk kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks dan akhirnya sampai ke tahap yang sempurna. Pelopor teori ini antara lain adalah August Comte dan Herbert Spencer . Suatu variasi dari teori tersebut adalah cyclical Theories yang dipelopori oelh Vilfredo Pareto . Pareto berpendapat bahwa masyarakat dan kebudayaannya mempunyai tahap-tahap perkembangan yang membentuk lingkaran, dimana suatu tahap tertentu dapat dilalui secara berulang-ulang.

 teori perubahan universal

Continue Reading PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT (bagian 1)…

MOBILITAS SOSIAL

24 September 2011 pukul 7:10 am | Ditulis dalam RUANG GURU | 1 Komentar

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

 

Pengertian

Definisi

Mobilitas sosial adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. namun, ia gagal dan jatuh miskin. Proses keberhasilan ataupun kegagalan setiap orang dalam melakukan gerak sosial seperti inilah yang disebut mobilitas sosial (social mobility)

Menurut Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. Sementara menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Dalam dunia modern, banyak orang berupaya melakukan mobilitas sosial. Mereka yakin bahwa hal tersebut akan membuat orang menjadi lebih bahagia dan memungkinkan mereka melakukan jenis pekerjaan yang peling cocok bagi diri mereka. Bila tingkat mobilitas sosial tinggi, meskipun latar belakang sosial berbeda. Mereka tetap dapat merasa mempunyai hak yang sama dalam mencapai kedudukan sosial yang lebih tinggi. Bila tingkat mobilitas sosial rendah, tentu saja kebanyakan orang akan terkukung dalam status nenek moyang mereka. Mereka hidup dalam kelas sosial tertutup.

Mobilitas sosial lebih mudah terjadi pada masyarakat terbuka karena lebih memungkinkan untuk berpindah strata. Sebaliknya, pada masyarakat yang sifatnya tertutup kemungkinan untuk pindah strata lebih sulit. Contohnya, masyarakat feodal atau pada masyarakat yang menganut sistem kasta. Pada masyarakat yang menganut sistem kasta, bila seseorang lahir dari kasta yang paling rendah untuk selamanya ia tetap berada pada kasta yang rendah. Dia tidak mungkin dapat pindah ke kasta yang lebih tinggi, meskipun ia memiliki kemampuan atau keahlian. Karena yang menjadi kriteria stratifikasi adalah keturunan. Dengan demikian, tidak terjadi gerak sosial dari strata satu ke strata lain yang lebih tinggi.

Continue Reading MOBILITAS SOSIAL…

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

23 Februari 2009 pukul 5:11 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | Tinggalkan komentar

Untuk memulai sebuah penelitian kita perlu mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang perlu diperhatikan ,hal ini penting supaya kita dapat meminimalisir hambatan atau kendala yang mungkin akan kita hadapi dalam menyusun laporan penelitian tersebut untuk lebih lengkapnya silahkan kalian klik URL berikut

Tips n Trick nggak Bolos Sekolah

5 Februari 2009 pukul 9:55 am | Ditulis dalam RUANG GURU | Tinggalkan komentar

pict-12thumb2Bosan dengan sekolah yang gitu gitu aja? Hari di mana pelajaran yang memuakkan tapi lo harus masuk? terjebak dalam kelas tetapi pengen cabut ?

ini solusinya! (tapi lo harus punya keberanian! jangan jadi pengecut. hahaha)

– Bolos tanpa hadir di sekolah
1. Baca bismillah dulu
2. Supaya lo ga ngantuk pas mau mabal , bilang ke ortu di sekolah ada rapat

dan masuknya jam 9 atau jam 10
3. Jam stengah 9 lo harus udah keluar dari rumah buat menghindari

kecurigaan   ortu lu
4. Cabut deh ma temen ato sama pacar (yah kalo mau menyendiri juga

silahkan)
5. Jangan lupa bawa baju bebas di tas , Bawa uang yang cukup, oh ya titip

absen ma temen bilang aja sakit ato izin kalo ada guru yang nanya
6. Berdoalah biar lo ga ketauan

– Bolos dari pelajaran memuakkan
1. Baca Bismillah
2. Usahakan yang kamu tinggalkan itu guru yang ga banget / guru yang tua
3. Bilang aja ke WC sama guru (jangan lupa ajak temen)
4. Tujuan selanjutnya kalo ga kantin ya WC buat nongkrong/ngeroko ma

temen sampe bel pergantian pelajaran bunyi
5. Beres , balik ke kelas

– Bolos dari sekolah
Rada susah yang ini mah

1. Seperti biasa, baca Bismillah
2. Siapin motor ato kendaraan di luar sekolah jangan parkir di dalem sekolah
3. Pas pergantian pelajaran bawa tas (ajak temen), ngumpet dulu di kantin, wc

ato tempat yang ga ketauan siapa siapa (guru)


4. Liat situasi dan kondisi
5. Lempar tas keluar dari pager , kalo bisa lu udah calling2an ma mamang

mamang jualan di luar buat jagain tas lo


6. Pura pura keluar buat print ato foto kopi padahal lu udah siapin tas di luar
7. Dengan sedikit berbohong dan keberanian, lu pasti bisa cabut dari sekolah
8. Lets go deh kemanapun lo suka . haha

Oke, sekian. semoga bermanfaat

METODE PENELITIAN dan PENULISAN ILMIAH

16 Januari 2009 pukul 11:07 am | Ditulis dalam BAHAN AJR K.12 | 1 Komentar


Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.